Advertisement

apijiwa.id – Terjun ke dunia bisnis memang bukan perkara mudah. Meski begitu, dedikasi dan keseriusan yang konsisten pasti akan membuahkan hasil. Hal inilah yang dibuktikan oleh Agung Maulana Agusti; lewat ketekunannya, bisnis yang ia rintis kini mulai berkembang dan menunjukkan keberhasilan yang nyata.

Agung Maulana Agusti memulai debutnya di industri apparel pada tahun 2016 sebagai bentuk pengembangan dari hobinya di bidang fashion. Dalam wawancaranya dengan apijiwa.id, ia menceritakan bahwa bisnisnya bermula dari pesanan seragam kaos sekolah yang kemudian permintaannya terus meningkat secara organik. Sebelum memiliki mesin jahit dan obras pribadi, Agung mengandalkan jasa makloon di Bandung untuk memenuhi pesanan pelanggan.

“Awalnya dari membuat kaos pesanan dari sebuah sekolah SMP. Semula hanya satu kelas yang memesan, namun lambat laun merembet pada  kelas lain. Sebelum memiliki mesin jahit dan mesin obras sendiri, dulu masih makloon di Bandung,” terang pria yang lahir di Sukabumi, 16 Februari 1993.

Produk yang ditawarkan Agung saat ini mencakup berbagai jenis pakaian, seperti jersey, polo shirt, hingga tunik. Meski berbasis di Jawa Barat, peminat karyanya sudah tersebar ke berbagai penjuru tanah air, termasuk Kalimantan Barat. Pria yang mengagumi sosok Nabi Yusuf ini memanfaatkan platform digital untuk berinteraksi dengan pelanggan.

Produk yang ditawarkan Agung saat ini mencakup berbagai jenis pakaian, seperti jersey, polo shirt, hingga tunik. (Deffy Ruspiyandy)

Melalui WhatsApp atau akun media sosial seperti Instagram (@hndrm_apparel) dan Facebook (Sultan Ibrahim Konveksi), pembeli dapat dengan mudah memantau koleksi terbaru sekaligus melakukan pesanan secara daring. “Bagi pemesan bisa menggunakan media sosial, baik untuk melihat koleksi atau memesan barang yang diinginkan,” tuturnya.

Agung menjalankan operasional bisnisnya di Kampung Babakan Anyar RT 4 RW 20, Kelurahan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Nama unit usahanya, HNDRM Konveksi, menyimpan makna mendalam sebagai kependekan dari Hand Dreamer atau “tangan pemimpi”.

Bagi konsumen yang berminat, minimal pemesanan yang dilayani adalah satu lusin (12 pcs). Terkait sistem pembayaran, pria penyuka ikan bakar ini menerapkan kebijakan DP sebesar 50% hingga 70% di awal sebagai tanda jadi pengerjaan, dengan sisa pembayaran dilakukan saat barang siap dikirim.

Saat ini, Agung berhasil mencatatkan omzet bulanan di angka Rp10 juta ke atas dengan margin keuntungan sekitar 20% hingga 30%. Kunci suksesnya terletak pada dedikasi terhadap kualitas; ia memastikan setiap produk yang sampai ke tangan konsumen dalam kondisi sempurna demi menjaga kepercayaan dan mendorong pesanan berulang (repeat order). Melayani berbagai segmen mulai dari komunitas, instansi pemerintah, sekolah, hingga korporasi, pria ini memegang teguh prinsip bahwa kegagalan hanyalah kata, tidak untuk yang mau berusaha.

Dalam perjalanannya, suami dari Dewi Fatimah ini mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada manajemen sumber daya manusia. Pergantian pekerja yang cukup sering menjadi kendala utama, yang menurutnya berakar dari komunikasi yang perlu terus ditingkatkan guna menemukan tim yang sevisi. Terkait permodalan, Agung membangun bisnisnya secara mandiri dengan mengandalkan tabungan pribadi serta dukungan pinjaman KUR BRI di kisaran Rp10 juta hingga Rp20 juta.

“Hal itu mesti ditempuh agar saya dapat mengembangkan usaha ini serta berharap kemajuan usaha bisa didapatkan,” imbuhnya.

Agung Maulana Agusti menerapkan tiga pilar utama dalam operasional bisnisnya: publikasi produk secara konsisten, kontrol kualitas yang ketat, dan manajemen waktu yang presisi. Target jangka pendeknya adalah ekspansi pasar berskala nasional dengan pertumbuhan pendapatan yang signifikan.

Di sisi pemasaran, selain mengandalkan jejaring komunitas hobi seperti sepak bola, ia berencana menggenjot promosi di media sosial. Agung menyadari bahwa optimalisasi pemasaran digital adalah kunci utama untuk mencapai target keuntungan maksimal di tahun ini.

“Mungkin promosi yang masih kurang dan hal itu harus digenjot. Saya pun ingin mengembangkan dalam promosi di medsos,” katanya kemudian.

Agung kini tengah mengerahkan upaya maksimal agar bisnisnya tetap kompetitif dan produknya terus dikenal luas. Melalui konsistensi ini, ia optimis usahanya akan semakin maju dan mampu menarik lebih banyak pesanan dari berbagai sektor.

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.