apijiwa.id – Sebagai salah satu hidangan tradisional unggulan dari Sumatera Barat, rendang terus mengalami perkembangan dalam penyajiannya. Salah satunya melalui inovasi yang dilakukan oleh Ilda Fitri guna mempermudah mobilitas konsumen dalam menikmati rendang. Upaya ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk di pasar luas.
Bisnis rendang kemasan ini bermula dari hobi memasak Ilda Fitri yang merupakan putri asli Padang. Berawal dari acara makan bersama, cita rasa rendang buatannya mendapat apresiasi dari teman dan tetangga hingga mereka mulai melakukan pemesanan pada tahun 2017.
Berawal dari 3 Kg Daging
Awalnya, ia hanya mengolah 3 kg daging dengan modal pribadi. Namun, seiring meningkatnya permintaan, produksi melonjak hingga 7 kg dan terus bertambah. Melihat pertumbuhan tersebut, Ilda menyadari adanya potensi keuntungan yang menjanjikan. Keputusannya menekuni bisnis ini juga didorong oleh keinginan mengisi waktu luang setelah anak-anaknya tumbuh dewasa.
Ilda Fitri terdorong menciptakan kemasan rendang yang praktis karena melihat kesulitan orang saat membawa hidangan ini ke luar negeri. Berpikir keras mencari solusi, ia akhirnya berhasil merancang kemasan khusus yang memungkinkan rendang dibawa bepergian dengan mudah.
Saat ditemui oleh apijiwa.id dalam acara Bandung International Food dan Horeca Expo 2026 di Sudirman Grand Room, Kota Bandung, ia menjelaskan bahwa tujuannya adalah agar rendang karyanya bisa dinikmati di mana saja, bahkan hingga ke mancanegara, cukup dengan membuka kemasan dan menyantapnya bersama nasi hangat.
“Saya menginginkan rendang ini bisa dibawa keluar dari Jakarta, bahkan bisa juga dibawa ke luar negeri karena praktis dibawa. Tinggal dibuka dan langsung bisa dinikmati dengan nasi,” terang wanita berjilbab ini.
Dalam menjalankan usahanya, Ilda Fitri tidak hanya terpaku pada satu menu. Ia menghadirkan pilihan variatif seperti Rendang Daging, Rendang Tiram untuk mereka yang tidak mengonsumsi daging, hingga rendang berbahan umbi-umbian.
Menurut Ilda, harga yang ditawarkan cukup kompetitif, mulai dari Rp80.000 hingga Rp200.000. Dari tiga varian ukuran yang tersedia yaitu 200g, 300g, dan 500g, ukuran 300 gram adalah yang paling laris karena sangat praktis untuk dibawa bepergian. Pengusaha yang aktif berpromosi di Instagram lewat akun @dapurbundabyunie ini terus berupaya menjangkau pasar yang lebih luas.
Legalitas Memperkuat Bisnis
Sebagai pengusaha Muslimah yang visioner, Ilda sangat memperhatikan aspek legalitas untuk memperkuat bisnisnya. Keputusannya mendaftarkan sertifikat halal berbuah manis karena produknya mendapat apresiasi dari Pemprov DKI Jakarta. Dengan melengkapi izin edar serta hak merek, kredibilitas usahanya kian meningkat, yang secara langsung berdampak pada popularitas produk yang terus meluas setiap harinya.
Ilda menjelaskan bahwa pemasaran rendangnya dilakukan melalui sistem retail di toko serta marketplace Shopee. Strategi ini membuahkan hasil manis dengan melonjaknya permintaan dari berbagai wilayah.
Selain aktif secara daring, ia juga dikenal sebagai pengusaha yang gigih mengikuti berbagai pameran kuliner, terutama yang diadakan di luar Jakarta. Langkah berani tersebut terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pasar produknya secara signifikan.
Keberhasilan bisnis Ilda Fitri terlihat dari capaian omzetnya yang menyentuh angka Rp50 juta per bulan. Performa bisnis yang menjanjikan ini pun memudahkannya memperoleh modal tambahan melalui fasilitas KUR sebesar Rp500 juta.
Keunggulan Produk
Tidak hanya berjaya di pasar domestik, rendang buatannya telah melanglang buana ke berbagai negara seperti Turki dan Belanda. Menurutnya, jangkauan global ini berhasil dicapai berkat ketekunannya mengikuti pameran secara langsung serta bantuan dari para reseller dan penyedia jasa titip.
Dalam hal pelayanan, Ilda tidak memberikan batasan jumlah pesanan bagi pelanggannya. Berapapun pesanannya akan ia penuhi, bahkan untuk pengiriman hingga ke Papua. Selain itu, ia menjelaskan keunggulan produk rendangnya yang memiliki daya tahan sangat lama, yakni hingga satu tahun.
Keaslian rasa menjadi daya tarik utama rendang buatan Ilda Fitri. Ia menjamin kualitas produknya dengan menggunakan daging sapi lokal dari RPH Halal serta bumbu asli khas Padang tanpa tambahan pengawet.
Dalam proses kreasinya, ia menawarkan varian pedas dan orisinal untuk mengakomodasi preferensi pasar yang beragam. Bertempat di Jalan Aup Raya, Gg. H. Iman No. 40a, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ilda memproduksi rendang dengan berbagai karakteristik, mulai dari yang basah hingga kering dengan cita rasa pedas asin yang khas.
Menembus Pasar Global
Memasuki tahun 2026, Ilda Fitri telah menyusun agenda strategis untuk merambah pasar internasional melalui berbagai ajang pameran di luar negeri. Untuk mendukung rencana tersebut, ia tengah memperkuat aspek legalitas agar produknya mampu menembus standar pasar global, termasuk rencana membuka jaringan distributor di Malaysia.
Keyakinannya ini didasari oleh kualitas rasa produknya yang kompetitif. Selain itu, semangat kolaborasi melalui komunitas sesama pengrajin rendang menjadi pilar pendukung bagi kemajuan usahanya.
“Mengapa saya berani melakukan hal itu? Karena rendang yang saya buat memiliki cita rasa yang mampu bersaing. Namun demikian, kami pun memiliki perkumpulan sesama perajin rendang yang selalu saling mendukung untuk kemajuan usaha yang dijalankan,” tegasnya.
Bagi Ilda Fitri, berpartisipasi dalam berbagai pameran adalah investasi strategis meskipun biaya sewa tempat seringkali tidak murah. Ia meyakini bahwa kehadiran di acara semacam itu merupakan kunci agar mereknya dikenal luas sekaligus meraih keuntungan. Terbukti, hasil dari pameran tersebut selalu mampu menutup biaya operasional yang dikeluarkan.
“Saya berharap, rendang bisa menjadi makanan nomor satu di dunia dan Pemerintah terus mendukung apa yang kami lakukan selama ini,” pungkasnya menutup perbincangan.
Rendang telah membuktikan perannya sebagai produk andalan dalam industri pangan tanah air. Tidak sekadar memanjakan lidah, komoditas ini menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan di pasar modern. Dengan inovasi kemasan saat ini, rendang semakin mudah diakses dan dinikmati oleh masyarakat luas tanpa mengurangi kualitas rasanya.












