Advertisement

apijiwa.id — Keterbatasan waktu tak memadamkan semangat dua murid MAN 1 Yogyakarta untuk mengukir prestasi. Habib Arroyan (kelas XII G) dan Hangger Bagus Pradipta (kelas XII D) berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Konten Inisiasi Demokrasi yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogyakarta. Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam acara penutupan kegiatan di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (1/10/2026).

Melalui karya videonya, Habib dan Hangger mengangkat isu demokrasi inklusif. Mereka menyoroti pentingnya memberikan ruang yang setara bagi setiap warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi, tanpa memandang latar belakang.

Ketertarikan mereka berawal dari unggahan informasi lomba di akun Instagram Bakesbangpol Kota Yogyakarta. Tantangan terbesar yang harus mereka hadapi adalah efisiensi waktu. Di tengah padatnya jadwal les, agenda organisasi, dan kegiatan sekolah, keduanya baru bisa mengeksekusi video tiga hari menjelang tenggat pengumpulan.

“Jujur, kami baru mulai penggarapan tanggal 17 September atau H-3 deadline. Waktu itu jadwal kami padat sekali dengan les dan acara organisasi. Jadi, penyusunan konsep, pengambilan gambar, sampai editing benar-benar kami rampungkan dalam waktu tiga hari. Cukup ngebut, tapi alhamdulillah bisa selesai dan terkumpul tepat waktu,” ungkap Hangger.

Proses pengerjaan dibagi secara efektif, mulai dari perancangan ide, pengambilan gambar, hingga penyuntingan akhir. Video tersebut kemudian diunggah ke Instagram sesuai ketentuan panitia sebelum dinilai oleh dewan juri.

Sempat Tak Memasang Target Tinggi

Melihat kualitas karya peserta lain yang tidak kalah memukau, Hangger mengaku awalnya tidak memasang target muluk-muluk. “Kami tidak terlalu berharap menang karena karya peserta lain bagus-bagus. Ketika diumumkan meraih Juara 2, kami sangat kaget sekaligus bersyukur,” tambah Hangger.

Bagi mereka, kompetisi ini menjadi wadah belajar yang sangat berharga dalam mengelola waktu dan mengambil keputusan cepat di bawah tekanan. Pengalaman ini pun makin menumbuhkan rasa percaya diri mereka untuk terus berkarya di bidang kreatif.

“Ke depan, kalau ada kesempatan lagi, kami tentu ingin ikut lomba seperti ini lagi,” pungkasnya.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian kedua muridnya. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa ruang aktualisasi siswa tidak terbatas pada ajang akademik semata, tetapi juga pada bidang keahlian kreatif dan kepedulian sosial.

“Prestasi ini menunjukkan murid MAN 1 Yogyakarta tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kreativitas dan kepedulian terhadap isu-isu kemasyarakatan. Kami sangat mengapresiasi keberanian Habib dan Hangger dalam menyuarakan gagasan demokrasi inklusif melalui karya video,” tutur Edi.

Edi juga berharap pencapaian ini dapat menginspirasi siswa-siswi lainnya untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Penulis: Deti PrasetyaningrumEditor: Redaksi Apijiwa.id

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.