Advertisement

apijiwa.id — Madrasah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didorong untuk tidak sekadar menjadi peserta dalam berbagai ajang kompetisi, melainkan tampil sebagai kekuatan yang mampu bersaing dan meraih prestasi. Semangat itu mengemuka dalam pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) serta Prestasi dan Kompetisi Madrasah (PKM) tingkat Provinsi DIY 2026 di MAN 1 Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).

MAN 1 Yogyakarta dipercaya menjadi tuan rumah dua agenda besar madrasah tingkat provinsi tersebut yang akan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026. Pembukaan dihadiri oleh seluruh kepala madrasah di DIY, perwakilan kepala madrasah swasta, serta jajaran pejabat Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY.

Mewakili Kepala Kanwil Kemenag DIY, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa OMI dan PKM menjadi momentum penting untuk mendorong madrasah semakin maju, bermutu, dan mampu bersaing hingga tingkat global.

“Hari ini adalah hari bersejarah bagi madrasah DIY. Kita punya dua agenda besar tingkat provinsi, yaitu OMI dan PKM,” ujarnya.

OMI berfokus pada bidang riset dan sains, sedangkan PKM mencakup bidang seni dan olahraga. Menurut Sidik, kedua ajang tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam mengembangkan potensi siswa. “Kalau OMI untuk mengembangkan otak, PKM untuk menyempurnakan otak, hati, dan otot,” katanya.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., saat memberikan sambutan pada pembukaan OMI dan PKM 2026. (apijiwa.id/Deti Prasetyaningrum)

Sidik mendorong madrasah di DIY untuk meningkatkan rasa percaya diri dan daya saing. Ia berharap madrasah tidak lagi hanya hadir sebagai penonton dalam berbagai kompetisi. “Madrasah di DIY harus menjadi lebih istimewa lagi; bukan hanya penonton, melainkan harus menjadi juara,” tegasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa prestasi tidak boleh dipisahkan dari karakter. Kepada seluruh peserta OMI dan PKM, Sidik berpesan agar tetap menjaga sportivitas dan adab selama mengikuti kompetisi.

Ia juga meminta para juri menjalankan tugas secara adil, objektif, dan profesional. Menurutnya, penyelenggaraan OMI dan PKM tidak hanya menyangkut hasil kompetisi, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.

“Kepercayaan masyarakat kepada madrasah dipertaruhkan di sini,” katanya.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. menyatakan bahwa MAN 1 Yogyakarta siap mendukung penuh pelaksanaan OMI dan PKM tingkat Provinsi DIY.

“Kami siap menjadi tuan rumah dan memberikan pelayanan terbaik agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Semoga para peserta dapat berkompetisi dengan nyaman, percaya diri, serta tetap menjunjung sportivitas dan adab,” ujarnya.

Menurut Sidik, OMI dan PKM tidak semata-mata menjadi arena kompetisi, melainkan juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kolaborasi, dan moderasi antarmadrasah.

“Jadikan momentum ini sebagai sarana silaturahmi, memperkuat kolaborasi dan moderasi menuju madrasah unggul dan mendunia,” katanya.

Penyelenggaraan OMI dan PKM tingkat Provinsi DIY 2026 di MAN 1 Yogyakarta menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem madrasah yang kompetitif. Dengan semangat “Jogja Istimewa, Maju, Bermutu, dan Mendunia”, ajang tersebut diharapkan mampu membawa semakin banyak talenta madrasah DIY tampil di panggung prestasi yang lebih luas.

Penulis: Deti PrasetyaningrumEditor: Redaksi Apijiwa.id

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.