apijiwa.id — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, secara resmi membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SD dan SMP se-Provinsi Jawa Tengah di Balai Bahasa Jawa Tengah, Ungaran, Kabupaten Semarang pada pada Jumat, (9/10/2026). Pembukaan acara tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Mendikdasmen.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Mukhsin; Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen; Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati; serta Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha. Selain itu, ratusan siswa SD dan SMP perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah beserta para guru pendamping turut memeriahkan pembukaan festival tersebut.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa FTBI sangat penting sebagai wujud komitmen bersama dalam melestarikan bahasa dan kebudayaan daerah. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan amanat konstitusi melalui Trigatra Bangun Bahasa, yaitu “Utamakan Bahasa Indonesia, Melestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing.”
Suasana pembukaan makin meriah ketika Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak salah satu peserta FTBI berdialog dan berhitung dalam bahasa Jawa. Momen unik terjadi saat anak tersebut diminta menyebutkan angka setelah rong puluh (dua puluh). Anak tersebut menjawab “rong puluh siji”, bukannya “selikur”. Sontak, jawaban polos itu memancing gelak tawa Wagub dan seluruh hadirin yang hadir.
Gus Yasin—sapaan akrab Wagub Jateng—menilai kejadian tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kosakata bahasa daerah bisa memudar jika tradisi melestarikannya (nguri-nguri) berkurang. “Oleh karena itu, saya menilai FTBI ini sangat penting untuk melestarikan dan mengenalkan kembali bahasa Jawa sejak usia dini,” ujar Taj Yasin.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Mukhsin, melaporkan bahwa ajang FTBI tingkat Jateng tahun 2026 ini diikuti oleh 490 siswa SD dan SMP yang merupakan juara pertama di tingkat kabupaten/kota masing-masing.
Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Oktober 2026, digelar di dua lokasi, yaitu Balai Bahasa Jateng dan Kampus Universitas Ngudi Waluyo (UNW), Ungaran.
“Sejumlah cabang lomba yang digelar antara lain membaca dan menulis aksara Jawa, geguritan (puisi bahasa Jawa), menulis cerita pendek berbahasa Jawa, macapat, serta komedi tunggal (stand-up comedy) berbahasa Jawa. Harapannya, dari ajang ini dapat lahir generasi muda yang konsisten melestarikan bahasa Jawa,” tandas Hafidz kepada awak media, Minggu (11/10/2026).













