apijiwa.id – Wahyu Alamsyah adalah seorang penyuka burung kenari yang sukses mengubah keresahan menjadi peluang. Berawal dari kesulitan menemukan pakan berkualitas stabil untuk burung peliharaannya, Wahyu memutuskan untuk mengambil langkah mandiri.
“Saya mulai meracik pakan sendiri karena sulit mendapatkan produk yang kualitasnya konsisten di pasaran. Ternyata hasilnya memuaskan,” ungkap Wahyu kepada apijiwa.id.
Apa yang bermula dari kebutuhan pribadi sebagai peternak, kini bertransformasi menjadi bisnis yang menjanjikan. Wahyu menyadari bahwa ia tidak sendirian; banyak peternak lain yang menghadapi kendala serupa.
“Awalnya hanya produksi skala kecil untuk konsumsi sendiri dan teman dekat. Namun, berkat testimoni dari mulut ke mulut, usaha ini terus berkembang hingga sekarang,” kenangnya.
Produk pakan yang dihasilkan Wahyu menggunakan bahan-bahan pilihan, mulai dari biji-bijian berkualitas hingga racikan khusus dengan komposisi yang presisi. “Prosesnya kami jaga agar tetap higienis dan konsisten, sehingga kualitas produk tetap terjaga di setiap batch produksi,” jelasnya.
Menariknya, merek SUGEMA bukan sekadar nama. Merupakan akronim dari Sentra Usaha Gerakan Ekonomi Masyarakat, brand ini membawa misi besar untuk mendorong kemandirian ekonomi, khususnya bagi para peternak dan penghobi burung.
“SUGEMA juga merupakan bagian dari binaan FORINDIMA (Forum Independen Pengabdian Masyarakat). Kami berupaya berkembang tidak hanya sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat,” tambah Wahyu.
Saat ini, produksi SUGEMA telah berjalan rutin mengikuti permintaan pasar. Distribusinya pun kian luas, menjangkau berbagai daerah melalui kanal penjualan langsung maupun online. Konsumennya didominasi oleh penghobi dan peternak kenari, mulai dari skala rumahan hingga profesional.
Bisnis yang dirintis sejak tahun 2024 ini bermula dari modal pribadi. Kini, seiring bertumbuhnya kepercayaan pasar, tren omzet dan keuntungan menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Enam bulan terakhir ini, rata-rata omzet berada di angka Rp15–20 juta. Hal ini dipicu oleh langkah kami merambah pasar online dan media sosial. Dari total omzet tersebut, kami mencatatkan margin keuntungan sekitar 30%,” jelas Wahyu yang bisa dihubungi di nomor 085175551133.
SUGEMA melayani penjualan baik secara eceran maupun partai besar (suplai) melalui marketplace untuk menjangkau pasar nasional. Wahyu menegaskan bahwa keunggulan produknya terletak pada kualitas bahan, racikan yang teruji, serta konsistensi hasil dengan harga yang tetap terjangkau bagi peternak.
Menatap tahun 2026, Wahyu memasang target besar: meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat brand SUGEMA di kancah nasional. “Harapan saya, SUGEMA menjadi pilihan utama bagi penghobi dan peternak kenari di Indonesia. Saya ingin usaha ini terus memberikan manfaat nyata, baik bagi ekonomi masyarakat maupun komunitas pecinta burung,” pungkasnya.











