apijiwa.id – Permintaan pasar yang tinggi terhadap rubber seal (karet perapat) untuk sektor industri dan infrastruktur seperti pintu air menuntut pentingnya kemudahan akses produk. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh Cucu Syaripudin. Meskipun masih berskala industri rumahan, produk buatannya memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan manufaktur besar.
Usaha ini awalnya dikenal sebagai Prima Rubber dan telah beroperasi selama dua dekade di wilayah Kelurahan Ciroyom. Namun, akibat kendala administratif data, Cucu melakukan rebranding menjadi RG Jaya sekitar empat tahun silam. Dalam wawancaranya dengan apijiwa.id, ia mengungkapkan bahwa dirinya memang sudah lama menekuni bidang spesialis karet perapat ini.
“Kalau untuk RG Jaya ya kurang lebih 4 tahun yang lalu. Sejak dulu, saya sudah terjun di bisnis ini,” terang Cucu kepada apijiwa.id dalam sebuah kesempatan saat ditemui di kantornya selepas Zuhur.
RG Jaya merupakan industri rumahan yang mengkhususkan diri pada produksi komponen karet untuk sektor industri dan instansi. Produk unggulannya adalah rubber seal pintu air tipe V, I, dan L yang biasanya diproduksi berdasarkan pesanan khusus. Mengingat pemeliharaan pintu air umumnya dilakukan saat debit air rendah, permintaan biasanya melonjak pada musim kemarau.
Cucu Syaripudin, pemilik RG Jaya, menjelaskan bahwa jangkauan pasarnya telah meluas ke berbagai wilayah seperti Jakarta, Jawa, Kalimantan, hingga Sumatera, termasuk menyuplai toko-toko di kawasan Cikapundung, Bandung. Keunggulan utamanya terletak pada layanan pesanan kustom; jika sebuah komponen tidak tersedia di pasar, ia akan membuatkan cetakan khusus untuk memproduksinya secara mandiri.

“Pemasarannya sudah cukup luas meliputi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sumatera, termasuk memenuhi pula toko-toko yang ada di kawasan Cikapundung, Kota Bandung. Nah, jika ada spesial order dan barangnya tak ada di pasaran, maka saya sengaja khusus membuat cetakannya dan kemudian memproduksinya,” terang Cucu yang juga berbisnis madu dan es kelapa muda.
Awalnya, Cucu Syaripudin lebih berfokus pada penyediaan mesin cetak rubber seal. Namun, melihat potensi keuntungan yang lebih besar di sisi produksi barang jadi, ia akhirnya beralih haluan. Meski begitu, ia tetap melayani pembuatan mesin bagi pihak yang membutuhkan. Pelanggan utamanya berasal dari sektor strategis, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan perusahaan pertambangan.
Meskipun volume pesanan terkadang fluktuatif, permintaan terhadap produknya terus mengalir secara konsisten melalui sistem Purchase Order (PO). Cucu menjelaskan bahwa ia selalu menyediakan stok siap pakai untuk rubber seal pintu air. Hal ini dilakukan untuk efisiensi, mengingat proses produksi sepanjang 50 meter memerlukan waktu sekitar lima hari, sehingga ketersediaan stok memungkinkan pengiriman yang lebih cepat kepada pelanggan.
Reputasi Cucu Syaripudin di industri karet telah diakui secara luas, bahkan pelanggan setianya sering berkunjung langsung untuk memantau proses produksi secara mendetail. Saat ini, ia aktif memasarkan produknya melalui akun Facebook RGjaya dan WhatsApp. Ke depannya, ia berencana merambah platform TikTok untuk menjual rubber seal tabung gas 3 kg dengan harga kompetitif, yakni Rp 5000 per 10 unit.
Dalam menjalankan operasionalnya, RG Jaya menggunakan sistem kemitraan atau maklon di kawasan Jatayu dan Kiaracondong, Bandung. Nama “RG Jaya” sendiri memiliki filosofi yang mendalam; terinspirasi dari Raja Galuh yang dalam budaya Sunda melambangkan sosok berilmu tinggi. Nama ini disematkan karena keahlian Cucu yang sering menjadi solusi bagi permasalahan teknis di pabrik-pabrik karet besar, hingga akhirnya ia memutuskan untuk memproduksi barangnya sendiri.
“Nama RG Jaya menyeruak dan dipakai karena saya dianggap orang yang fenomenal, di mana permasalahan di sebuah pabrik karet besar seringkali musti saya yang tangani. Dalam khazanah Budaya Sunda dikenal Raja Galuh (orang yang adiluhung ilmunya). Nah, jika diterapkan kepada saya, maka saya dianggap orang yang terkenal di dunia perkaretan,” jelas ayah empat orang anak ini.
Bisnis rubber seal ini mampu membukukan omzet bulanan rata-rata Rp 30 juta. Dari angka tersebut, keuntungan yang dikantongi berada di kisaran 30%, namun bisa melonjak hingga 50% jika mengerjakan pesanan khusus. Produknya sendiri dibanderol dengan harga paling murah Rp1.500 hingga yang termahal mencapai Rp5.000.000.
Keberhasilan produknya menembus pasar terlihat dari banyaknya pelanggan setia yang telah memesan selama bertahun-tahun. Dalam urusan logistik, pengusaha yang hobi menyantap ikan dan bebek goreng ini turun tangan langsung untuk pengiriman di area Bandung, sementara pesanan jarak jauh dipercayakan pada jasa kurir.
Memasuki tahun 2026, ia menargetkan pengadaan mesin cetak karet yang lebih canggih guna meningkatkan daya saing dengan perusahaan besar. Namun, tantangan utamanya terletak pada pembiayaan, sebab ia memilih mengandalkan modal pribadi atau pinjaman dari kerabat demi menghindari bunga bank.
Langkah tersebut diambil demi menjaga ketenangan serta keberkahan dalam berusaha. Selain fokus pada bisnis, pengagum Abah Anom dan Ustad Jajang Nurjaman ini juga rutin bersedekah melalui pembinaan anak muda di kantornya. Ia berbagi ilmu dan pengalaman untuk memotivasi generasi muda agar bisa berkembang bersama.
Cucu berharap visi “B3” (Beriman, Berbagi, dan Bersama-sama Maju) dari RG Jaya dapat terealisasi sepenuhnya. Melalui visi ini, ia ingin setiap individu dalam usahanya mampu berikhtiar maksimal sehingga dapat tumbuh bersama dan mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Ia menutup percakapan dengan harapan agar setiap langkahnya membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Doakan saja apa yang saya lakukan ini bermanfaat untuk banyak orang,” pungkasnya.












