apijiwa.id – Berjuang menebar kebaikan dan manfaat kepada masyarakat luas bukan perkara mudah. Butuh proses perjuangan yang tidak sebentar, yang acap harus melewati tantangan, rintangan, dan hambatan. Begitulah riwayat berdirinya Yayasan Alhadid Mekar Mulia.
“Banyak kisah menarik yang kami alami, yang membuat kami semakin yakin bahwa perjuangan harus terus dilakukan, karena kepedulian itu jauh lebih berarti dari sekedar ucapan, tetapi tak berwujud dalam aksi,” tutur Hj. Nurhayati Basuki, Ketua Yayasan Alhadid Mekar Mulia kepada apijiwa.id.
Yayasan Al Hadid Mekar Mulia didirikan pada tanggal 5 November 2011 di Bandung, digagas Sunaryo Sarwoko, S.Sos, M.I.Kom, seorang dai dan mantan jurnalis televisi. Pendirian didorong oleh aspirasi dan harapan jemaah ibu-ibu pengajian tentang perlunya media bermuatan dakwah.
Dari situlah, kemudian terbit sebuah majalah yang diberi nama Majalah Alhadid, yang kemudian membuka jalan bagi terbentuknya lembaga kemanusiaan, yang didesikasikan sebagai sarana kontribusi kepada masyarakat dan umat dalam hal kebaikan. Mengingat pendanaan yang terbatas, Majalah Alhadid kini tidak terbit lagi.
Beragam Program
Menurut Hj. Nurhayati Basuki, program sosial kemanusiaan yang dilakukan lembaganya banyak sekali ragamnya. Ia menyebutkan, yang rutin dilakukan adalah santunan anak yatim dhuafa yang dilakukan dua bulan sekali.

“Sahabat Tunanetra Mengaji juga rutin kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap saudara-saudara kita yang diuji dengan tak bisa melihat, sehingga mereka diberi kesempatan bisa belajar membaca dan memahami Al Qur’an,” tutur ibu dua anak ini.
Bukan itu saja, masih menurut Hj. Nurhayati Basuki, ada juga Wakaf Al-Qur’an, Nasi Jum’at Berkah yang dibagikan kepada warga yang membutuhkan, bantuan pendidikan, bantuan modal usaha, berbagi sembako untuk lansia, bantuan pengobatan, bantuan bencana alam yang bersifat insidental, dan juga bantuan renovasi sarana ibadah.
Kendati berada di Kota Bandung, yayasan ini telah menjangkau daerah lain seperti Kabupaten Bandung meliputi Cicalengka, Cileunyi, Majalaya, dan Banjaran; Cianjur, Ciamis, Garut, dan Cisarua, Bandung Barat. Sementara dana yang dikelola berasal dari donatur tetap dan tidak tetap, transfer donasi dan kotak infak.
Dampak Pandemi
Pandemi COVID-19 tahun 2020 berdampak pada pendapatan yayasan yang menurun drastis. Dampaknya masih terasa hingga sekarang. “Namun kami tidak menyerah untuk terus berjuang, walaupun ada efisiensi keuangan, di antaranya dengan cara pemberian santunan secara bergilir. Alhamdulillah, kami masih tetap eksis dengan segala keterbatasan yang ada,” ungkapnya.

Salah satu yang unik dari perjalanan yayasan yang dikelolanya, menurut Hj. Nurhayati, adalah kantor yang sempat berpindah-pindah. Pertama kali yang dijadikan kantor yayasan adalah rumah tinggal milik orangtua Nurhayati yang penuh kenangan manis tak terlupakan.
“Awalnya kita ingin punya tempat sendiri yang luas agar lebih leluasa merencanakan program kegiatan sosial, sehingga tidak sampai pinjam tempat. Dikarenakan anggaran yang semakin minim, maka program dibatasi sedemikian rupa, juga tempat pembelajaran Sahabat Tunanetra Mengaji kita pinjam Masjid Ibnu Ummi Maktum Wiyataguna,” kenangnya.
Dari proses berdirinya hingga saat ini, kehadiran Yayasan Alhadid Mekar Mulia telah dirasakan manfaatnya oleh umat. Hasil binaan yayasan ini sudah ada yang bekerja dan ada pula sejumlah anak yang telah dan sedang menempuh kuliah di universitas swasta dan negeri, antara lain Syafitri (Iniversitas Padjadjaran), Anisa (UPI, sudah lulus), Miranda (Uninus) lulus, Rohendo (Universita Islam Nusantara, telah lulus), Alifa (UIN Sunan Gunung Djati), dan Farauk (Universitas Nurtanio).
Target 2026
Kehadiran Yayasan Alhadid Mekar Mulia mendapatkan tanggapan positif dari para orangtua dan penerima manfaat. Mereka sangat mendukung dan merasa terbantu. Diki Setiawan, salah seorang anak binaan Yayasan Alhadid Mekar Mulia, mengaku sangat terbantu karena apa yang didapatkan dari yayasan bisa membantu kebutuhannya, baik kebutuhan harian maupun kebutuhan membiayai sekolahnya.
Kendati sempat terguncang, namun lembaga ini masih tetap eksis dan bertahan. Di tengah bermunculan lembaga serupa, Yayasan Alhadid Mekar Mulia tetap eksis dan bahkan terus mengalir dukungan sehingga menyuntikkan semangat dan optimisme.
Sepanjang kiprahnya, Yayasan Al Hadid Mekar Mulia pernah bekerja sama dengan Yayasan Kupas Barokah dan Si Jum Cigadung. “Kami berharap kepada donatur, ke depannya donatur kotak infak maupun donatur tetap bisa semakin bertambah dan semakin konsisten dalam berinfaknya,” harapnya.
Untuk target di tahun 2026, Hj. Nurhayati Basuki berharap Yayasan Alhadid Mekar Mulia bisa semakin berkembang dan meningkat baik donatur maupun programnya, sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat Jawa Barat.
“Doakan kami tetap Istikamah di dalam berjuang untuk kebaikan ini,” pungkasnya penuh harap.
Yayasan Alhadid Mekar Mulia
Jalan Terusan Katamso Gg. Suka Ikhlas 85/141 A RT 07/13, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung 40124
No Kontak: 0895629217714 / 081912906835
Facebook/IG: Al Hadid Mekar Mulia
YouTube: Yayasan Al Hadid Mekar Mulia / @yayasanalhadidmekarmulia5
Website: www.alhadidmekarmulia.id
Bank BJB: 0064 6859 29100 a/n Yayasan Al Hadid Mekar Mulia












