apijiwa.id — Hanya terpaut satu poin dari juara pertama, Alzena Faras Tsadiba, murid kelas XI PK 2 MAN 1 Yogyakarta, berhasil meraih posisi Juara 2 dalam Lomba Esai Tingkat Nasional MAPK Fair 2026 di Surakarta. Prestasi tersebut diraih melalui gagasannya tentang keterlibatan generasi muda dalam menciptakan perdamaian.
MAPK Fair 2026 yang digelar oleh MAPK Surakarta merupakan ajang kompetisi bagi pelajar SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sederajat dari berbagai wilayah di Indonesia. Mengusung semangat World Peace, kegiatan ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menyampaikan gagasan melalui bidang inovasi, seni, dan literasi.
Pada cabang lomba esai, peserta ditantang mengembangkan gagasan ilmiah mengenai perdamaian dunia. Alzena memilih subtema “Peran Pemuda dalam Mediasi Konflik dan Pembangunan Perdamaian”. Melalui tema tersebut, ia menyoroti posisi strategis generasi muda dalam upaya mencegah konflik sekaligus membangun perdamaian yang berkelanjutan.
Karya Alzena tidak hanya dituntut memiliki gagasan yang kuat. Setiap esai dinilai berdasarkan sejumlah aspek, antara lain orisinalitas dan kreativitas, kedalaman analisis dan pembahasan, sistematika penulisan, serta kesesuaian karya dengan tema yang telah ditentukan.
Perjalanan kompetisi dimulai dari tahap penyisihan yang berlangsung secara daring. Setelah melalui proses seleksi, Alzena dinyatakan lolos sebagai finalis. Pengumuman tersebut disampaikan melalui media sosial resmi MAPK Fair pada Rabu (19/8/2026).
Status finalis membawanya ke Surakarta untuk mengikuti tahapan akhir kompetisi. Bersama peserta lainnya, Alzena mengikuti rangkaian final sekaligus menghadiri agenda penyerahan penghargaan di MAPK Surakarta pada Sabtu (29/8/2026).
Dukungan dari lingkungan madrasah turut mengiringi langkah Alzena. Organisasi Kalam MAN PK MAN 1 Yogyakarta memberikan dukungan selama proses perlombaan. Sementara itu, Ustazah Ainiyatul Muzayyanah, S.Hum., M.Pd., selaku pembina asrama, mendampingi para finalis selama berada di Surakarta.
Bagi Alzena, keberhasilan tersebut bukanlah hasil yang datang secara tiba-tiba. Minatnya terhadap karya tulis ilmiah telah tumbuh sejak duduk di bangku MTs. MAPK Fair 2026 menjadi pengalaman keduanya dalam mengikuti lomba menulis esai, sekaligus menjadi kali pertama ia berhasil membawa pulang gelar juara dari kompetisi bidang tersebut.
“Ini merupakan kali kedua saya mengikuti lomba menulis esai dan alhamdulillah pada lomba kali ini saya berkesempatan menjadi juara,” ujar Alzena.
Menariknya, hasil yang diraih Alzena menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Perolehan nilainya hanya selisih satu poin dari peserta yang menduduki posisi pertama. Alih-alih kecewa, hasil tersebut justru menjadi pemantik semangat untuk terus mengasah kemampuan menulis dan lebih aktif mengambil kesempatan dalam kompetisi berikutnya.
“Saya berharap ke depannya lebih berani mengikuti lomba menulis esai dan bisa meraih lebih banyak kejuaraan,” kata Alzena.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Alzena memperlihatkan bahwa literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi dapat menjadi sarana bagi murid untuk mengembangkan pemikiran kritis dan menyuarakan gagasan mengenai persoalan yang lebih luas.
“Lebih dari sekadar meraih juara, keberanian mengangkat isu perdamaian dunia merupakan bagian penting dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter generasi muda,” tutur Edi.
Pencapaian Alzena di MAPK Fair 2026 menjadi bukti bahwa tulisan dapat menjadi medium bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan sekaligus menawarkan perspektif terhadap persoalan dunia. Lewat sebuah karya esai, Alzena menunjukkan bahwa semangat perdamaian dapat dimulai dari keberanian berpikir, menulis, dan menyuarakan ide.














