apijiwa.id – Meraih prestasi gemilang tidak cukup hanya mengandalkan latihan keras dan ketekunan. Lebih dari itu, terkadang seseorang harus rela berkorban, termasuk meninggalkan tanah kelahiran. Itulah jalan yang harus ditempuh Dany Darmawan. Siswa kelas XII MIPA 1 SMA Pasundan 7 Bandung ini rela meninggalkan Tegal, Jawa Tengah—kota yang telah membesarkannya—demi totalitas di dunia renang.
“Awalnya hanya untuk pemusatan latihan (training camp / TC) di Bandung karena pelatih di sana sakit cukup lama. Namun, demi kepentingan pengembangan olahraga yang saya geluti, akhirnya saya dan ibu memutuskan untuk menetap di Bandung,” terang Dany saat ditemui di sekolahnya di sela-sela kegiatan belajar, sementara sang ayah bertugas di luar negeri.
Menyeimbangkan Latihan Ketat dan Akademik
Menjalani rutinitas sebagai atlet profesional sekaligus pelajar tentu bukan hal mudah. Setiap pagi, Dany harus melahap menu latihan berat pukul 05.00–09.00 WIB di Kolam Renang GOR Pajajaran Bandung atau Kolam Renang Secapa Hegarmanah. Beruntung, pihak SMA Pasundan 7 Bandung memberikan dispensasi khusus. Dany diizinkan masuk pukul 09.30 WIB dan pulang lebih awal pada pukul 14.00 WIB.
“Terang saja adanya dispensasi ini sangat membantu, jadi latihan tetap jalan tanpa mengganggu sekolah. Kalau ada materi pelajaran yang tertinggal, selalu saya upayakan mengejarnya secara mandiri di sekolah atau di rumah, bahkan menemui guru mata pelajaran langsung. Tapi tak mengapa, karena itulah bagian dari perjuangan,” ungkap remaja kelahiran Tegal, 29 Maret 2009, yang selalu diantar-jemput sang ibu tercinta, Ani Khaeriyah, setiap beraktivitas.

Ketertarikan Dany pada dunia renang bermula saat ia duduk di kelas 1 SDN Kota Tegal. Menginjak kelas 4, ia sudah menguasai empat gaya renang dan bergabung dengan klub renang Marline. Menjelang kelas IX SMP, persiapannya menghadapi Porprov Jateng membawanya mengikuti TC di Bandung—sebuah kota yang akhirnya memberinya kenyamanan untuk terus berkembang.
Namanya kian diperhitungkan ketika ia turun di ajang Kualifikasi PON XXI Aceh-Sumut 2024 (kejuaraan Open Water Swimming / OWS 5.000 meter di Lamongan, Jawa Timur), di mana ia finish di peringkat keenam dan berhak tampil di Danau Toba. Meski pada PON XXI ia belum berhasil meraih medali, pengalaman di panggung olahraga nasional tersebut menjadi modal berharga. Jiwa petualangnya di air terbuka berlanjut hingga ia sukses menjajal ajang internasional Oceanman 2026 di Pantai Kedonganan, Bali, pada Juni 2026 lalu.
Perjalanan Dany hingga berada di titik ini tentu tidak lepas dari sentuhan tangan dingin sang pelatih, mendiang (alm) Irwan Haryanto, yang kini pemantauannya dilanjutkan oleh sang anak dari Tegal. “Saya memilih renang karena sesuai passion. Semoga ke depannya saya bisa berbicara lebih banyak di PON mendatang, SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade,” ujar cowok berkarakter kalem dan murah senyum ini.
Hijrah dan Komitmen pada Pendidikan
Sebelum berlabuh di SMA Pasundan 7 Bandung, Dany sempat menghadapi masa-masa sulit mencari sekolah lanjutan di Kota Kembang pada semester kedua tahun 2024. Beruntung, pada 2025, SMA Pasundan 7 Bandung yang berlokasi di Jalan Kebonjati No. 31 menyambutnya dengan pintu terbuka.
Bagi Dany, pendidikan formal tetaplah hal yang utama. “Pendidikan itu penting karena saya tidak selamanya jadi perenang. Kalau sekadar tamat SMA, ya paling banter jadi pelatih. Namun, jika punya pendidikan tinggi, kita bisa berkarier di bidang lain yang sesuai. Insyaallah, setelah lulus SMA, saya ingin melanjutkan kuliah ke UPI atau STKIP Pasundan,” tegasnya.
Setelah sempat vakum selama satu tahun akibat proses kepindahan—yang membuatnya sempat absen membela Jawa Tengah maupun Jawa Barat—kini Dany bangkit kembali. Ia berlatih di klub renang Beast Kota Bandung, resmi terdaftar di KONI Kota Bandung, dan menerima dukungan dana pembinaan rutin.
“Saat ini saya fokus di open water swimming jarak jauh, seperti di danau, sungai, atau laut, meski sesekali tetap turun di nomor kolam. Intinya, saya ingin fokus membagi energi secara baik antara latihan dan sekolah, karena akademik dan non-akademik sama pentingnya,” tutur putra pasangan Daryono dan Ani Khaeriyah ini penuh semangat.
Menutup perbincangan, Dany membagikan pesan inspiratif bagi anak-anak muda sebayanya agar tidak pernah takut bermimpi. Siapa pun, kata dia, harus siap berproses dan melewati setiap hambatan. “Ayo, selagi memiliki potensi hebat, kembangkan dan ciptakan prestasi setinggi langit!” pungkasnya.
🏆 Catatan Prestasi Mentereng Dany Darmawan
Tahun 2025:
- Juara 3 Nomor 1500m Gaya Bebas BK Porprov Series Jabar (Kolam Renang UPI)
- Juara 3 Nomor 4x200m Gaya Bebas Kejurnas (GBK, Jakarta)
- Juara 3 Nomor 5000m Open Water Swimming (OWS) Se-Jawa Barat (Waduk Jatiluhur, Purwakarta)
- Juara 3 Nomor 3000m Open Water Finswimming (OWFS) Nasional Piala KSAL Cup (Ancol, Jakarta)
- Juara 5 Lomba Menyeberangi Selat Madura (Dermaga Kamal Madura – Ujung Koarmada II Surabaya)
- Ajang Bandung Utama: 1 Emas (200m Gaya Bebas), 2 Perak (100m & 400m Gaya Bebas), 1 Perunggu (1500m Gaya Bebas)
- Jabar Series Finswimming: 3 Perak (Nomor 50m, 200m, & 400m Bifins)
- Juara 2 BK Porprov Open Water Swimming 5000m (Waduk Jatiluhur, Purwakarta)
Tahun 2026:
- Juara 1 A Stream Open Water Swimming 3000m (Intercontinental Jimbaran Beach, Bali)
- Juara 1 Nomor 2000m & Juara 1 Nomor 5000m ajang Internasional Oceanman (Platinum Hotel Kedonganan Beach, Bali)
- Kejuaraan Renang Rektor UPI Cup: Juara 1 Gaya Bebas 1500m, Juara 1 Gaya Bebas 800m, Juara 1 Gaya Bebas 400m, Juara 2 Gaya Bebas 200m, & Juara 3 Gaya Bebas 100m
- Kejurprov West Java Series II (Garut): Juara 1 Gaya Bebas 800m & Juara 2 Gaya Bebas 1500m
- Kejuaraan Open Water Finswimming Piala Panglima TNI (Ancol, Jakarta): Juara 1 Nomor 3000m Umum Putra












