apijiwa.id – Menikmati pempek dan nasi minyak khas Palembang kini tak perlu jauh-jauh ke Sumatera Selatan. Di Kota Cimahi, Kedai Pempek dan Nasi Minyak “Ayuk Mpi” menghadirkan beragam hidangan khas Palembang yang bisa menjadi pilihan bagi pencinta kuliner maupun perantau yang merindukan cita rasa kampung halaman.
Kedai ini berada di Jalan Cihanjuang No. 5, Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Bangunannya didominasi warna merah dan terletak dekat pertigaan, sehingga mudah dikenali serta dijangkau pengunjung.
Pilihan menunya cukup beragam, mulai dari pempek, nasi minyak, otak-otak, mi celor, laksan, hingga tekwan. Nasi minyak disajikan dengan rempah pilihan, kismis, acar, kentang mustofa, dan kerupuk, serta pilihan lauk ayam, telur, atau daging sapi dengan bumbu malbi. Sekilas, hidangan ini menyerupai nasi kebuli, tetapi memiliki cita rasa khas Palembang.
Pengunjung juga dapat menikmati mi celor, yakni mi telur dengan kuah berbahan kepala udang, serta laksan berupa pempek yang disajikan dengan kuah seperti pada mi celor.
Untuk minuman, salah satu favoritnya adalah es kacang yang memadukan kacang merah, santan, alpukat, dan jeli kelapa. Berbeda dengan penyajian di Palembang yang biasanya menggunakan es serut, kedai ini menyesuaikan komposisinya agar isian lebih banyak dibandingkan es.
Menurut Fuja Nurartanti Hermawan, kasir sekaligus pengelola kebutuhan harian kedai, menu-menu tersebut dihadirkan untuk mengobati kerinduan masyarakat Palembang terhadap makanan daerahnya. Meski demikian, siapa pun dipersilakan datang dan menikmati hidangan yang tersedia.
“Menu-menu ini sengaja disajikan agar orang Palembang bisa menikmati sensasi rasa yang ada dan bisa dinikmati di sini. Tapi bukan orang Sumatera Selatan saja yang bisa menikmati. Siapapun kami tunggu kedatangannya,” ujar Fuja.
Kedai Ayuk Mpi buka setiap hari pukul 07.00–22.00 WIB.

Berawal dari Pempek Bang Desmond
Fuja menjelaskan, Kedai Ayuk Mpi berdiri pada Juli 2026. Nama kedai diambil dari panggilan Sofia Ramadhani, putri pertama Desi Herwansyah yang dikenal sebagai Bang Desmond dan istrinya, dokter Ratih. Dalam keluarga, Sofia biasa dipanggil “Ayuk Mpi”, nama yang kemudian diabadikan sebagai identitas kedai.
Usaha ini berawal dari sebuah stan bernama Pempek Bang Desmond. Dalam perkembangannya, usaha tersebut bergabung dengan Kafe Laco milik dokter Ratih hingga menjadi Kedai Ayuk Mpi.
Pengelolaan Pempek Bang Desmond yang semula ditangani langsung oleh Bang Desmond kemudian dialihkan kepada Sofia Ramadhani.
Selain pempek yang sudah dikenal luas, nasi minyak menjadi salah satu menu yang kerap mengundang rasa penasaran pengunjung. Hidangan khas Palembang ini tersedia dengan harga Rp25.000–Rp39.500 per porsi, bergantung pada pilihan lauk dan malbi.
Pempek dijual seharga Rp7.000 per buah, sementara paket lengkap berisi lima buah dibanderol Rp34.000. Mi celor tersedia dengan harga Rp24.000 per porsi dan mi celor udang Rp29.000 per porsi. Adapun laksan ditawarkan seharga Rp35.000 per porsi.
Untuk otak-otak, tersedia dua ukuran, yakni 25 gram dengan harga Rp6.000 per buah dan 70 gram seharga Rp11.000 per buah. Es kacang dijual dengan harga Rp15.000 untuk dibawa pulang menggunakan cup biasa. Jika dinikmati di kedai dengan gelas khusus, harganya Rp20.000.
Fuja berharap pilihan menu tersebut dapat menarik masyarakat Bandung dan Cimahi untuk berkunjung.
“Setidaknya orang Bandung dan Kota Cimahi menjadi penasaran hingga ingin berkunjung ke kedai kami. Kami akan menyambutnya penuh sukacita,” tuturnya.
Mengutamakan Kualitas Bahan
Saat ini, Kedai Ayuk Mpi melayani makan di tempat (dine-in) maupun pesanan untuk dibawa pulang (takeaway). Meski layanan pesan antar belum tersedia karena pengelola masih mematangkan konsep pelayanan terbaiknya, antusiasme pengunjung tetap tinggi.
Di balik kelezatan menunya, kualitas bahan baku selalu menjadi prioritas utama. Fuja menjelaskan bahwa seluruh pempek dan hidangan lainnya diproduksi langsung di kawasan Cihanjuang Atas, dekat Parongpong, dengan menggunakan ikan tenggiri pilihan. “Pokoknya semua itu dilakukan untuk memuaskan pengunjung yang menikmati menu kami,” ungkap Fuja.
Meski baru bertugas sekitar tiga bulan di Kedai Ayuk Mpi, Fuja bukanlah orang baru karena ia telah lama bekerja bersama sang pemilik, Bang Desmond. Ke depannya, kedai ini bahkan berencana memperkaya pilihan menu dengan menghadirkan hidangan khas Palembang lainnya seperti burgo, rujak mi, dan selimpungan.
Untuk memenuhi berbagai kebutuhan penikmat kuliner, pempek produksi Kedai Ayuk Mpi dibagi ke dalam tiga kategori: standar, super, dan premium. Perbedaan utamanya terletak pada komposisi daging ikan tenggiri yang digunakan. Kategori standar dipersiapkan untuk penjualan via gerobak keliling, sementara kategori super dan premium disajikan langsung di kedai serta tersedia dalam pilihan beku atau mentah untuk oleh-oleh.
Melalui usaha ini, Fuja dan sang pemilik berharap Kedai Ayuk Mpi dapat menjadi destinasi utama bagi para pencinta kuliner Palembang, sekaligus membawa kebermanfaatan bagi banyak orang. “Membuka usaha ini, menurut sang owner, adalah bentuk ikhtiar dan semoga bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.












