apijiwa.id – Selain Kota Bandung, Kota Cimahi kini menjadi destinasi kuliner yang menarik bagi siapa saja. Dopamin Coffee and Workspace yang terletak di Jalan Jatiserut No. 54, Kota Cimahi, hadir menggugah selera dan mengundang para penikmat kuliner melalui sajian makanan dan minuman bertarif terjangkau. Kafe ini berada di lokasi yang strategis, meski sedikit masuk ke dalam setelah melewati Jalan Pasantren, Kota Cimahi. Kehadirannya kian memperkaya khazanah kuliner di kota tersebut.
Menariknya, kafe ini semula ditujukan sebagai tempat nongkrong mahasiswa untuk menikmati hidangan sambil mengerjakan tugas dengan harga murah. Namun, saat target lokasi awal di kawasan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) telah ditempati pihak lain, operasional pun dialihkan ke daerah Jatiserut. Pengelola harus merenovasi bangunan yang tadinya merupakan mess tim sepak bola menjadi sebuah kafe. Proses ini memakan waktu yang cukup lama hingga kafe akhirnya resmi diluncurkan pada awal bulan Ramadan atau Februari 2026 lalu.
Menghadapi kondisi di luar prediksi tentu bukan hal mudah. Meski begitu, para pendiri kafe ini, Reza dan Adiseno, tidak berkecil hati. Berbasis di Jakarta, mereka mempercayakan operasional kafe kepada Endang Solih, sosok yang sudah malang melintang di dunia kuliner, baik restoran maupun hotel.
“Semua menu yang ada merupakan hasil kreasi saya dengan tetap mengikuti tren kekinian. Menghadirkan menu luar negeri sebenarnya sebuah keharusan, tetapi karena bahan bakunya masih sulit didapat, rencana tersebut masih tertunda,” terang Endang yang bertugas sebagai Food and Beverage Manager di kafe tersebut.
Untuk menjaga cita rasa, Endang menghadirkan perpaduan menu Asia dan Western. Namun, seiring bergesernya segmentasi pengunjung dari mahasiswa ke kalangan keluarga, menu Nusantara pun mulai disediakan sesuai permintaan konsumen. Harga yang ditawarkan tetap ramah di kantong.
“Pengunjung yang datang rata-rata dari kalangan middle (menengah). Karena itu, kami memasang tarif bersahabat sehingga lambat laun makin banyak pengunjung yang datang dan mulai mengenal kafe ini,” tambah Endang.
Kafe ini beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Menurut Endang, waktu paling ramai pengunjung biasanya terjadi antara pukul 14.00 dan 15.00 WIB. Nama “Dopamin” sendiri diusulkan oleh Pak Reza dengan harapan dapat merangsang rasa bahagia. Harapannya, para pengunjung yang datang bisa merasakan kesenangan setelah menikmati sajian yang ada. Kafe ini juga dilengkapi berbagai fasilitas, seperti area lesehan, sofa, kursi biasa, ruang rapat (meeting room), serta area taman untuk bersantai dan berswafoto.
Untuk menu favorit, Endang merekomendasikan Dopamin Platter (di menu tertulis Mix Platter) yang berisi es krim dan puding di bagian atas, serta kentang goreng (french fries), comro, cireng, dan camilan lainnya di bagian bawah. Sementara untuk makanan berat, hidangan yang paling digemari adalah spaghetti carbonara, soto lamongan, chicken cordon bleu, dan ramen. Adapun minuman terfavorit selain kopi adalah bir pletok, yakni minuman rempah khas Betawi yang non-alkohol. Seluruh harga menu disajikan secara relatif terjangkau, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp35.000.
Endang menyarankan pengunjung yang datang secara rombongan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu agar menu dapat disiapkan secara lengkap. Pelanggan rombongan bahkan diperbolehkan memesan menu di luar daftar yang tersedia (custom request). Sementara itu, pengunjung perorangan dapat langsung memesan di tempat.
“Saya ingin memberikan layanan terbaik dan bersyukur para pengunjung merasa puas. Meski demikian, saran dari pengunjung tetap kami terima dengan baik sebagai bahan evaluasi,” ujar Endang.
Dopamin Coffee and Workspace tidak beroperasi alias tutup setiap hari Senin. Hari Senin dipilih karena diprediksi sebagai hari yang cenderung sepi, sekaligus memberi waktu istirahat bagi 11 orang karyawannya yang telah menguras tenaga saat melayani lonjakan pengunjung pada hari Minggu.
Saat ini, mayoritas pengunjung masih berasal dari seputaran Kota Cimahi, sedangkan pengunjung dari Kota Bandung umumnya sekadar singgah. Kendati demikian, promosi melalui media sosial terus digencarkan bekerja sama dengan konsultan media.
Target pada tahun 2026 ini adalah meningkatkan volume pengunjung melalui promosi yang lebih masif. Demi memberikan pelayanan terbaik, pihak pengelola rutin melakukan pembaruan menu setiap dua hingga tiga bulan sekali. Menu yang slow moving (kurang diminati) akan diganti dengan menu baru, sedangkan menu favorit tetap dipertahankan.












