apijiwa.id – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Kelas PGSD 1 Kelompok 1 Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo meluncurkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Lewat Projek Kepemimpinan, mereka menggelar Workshop Pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai Media Pembelajaran IPAS di SD Negeri Jombor 03, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Kamis (8/10/2026).
Workshop ini diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari guru dan mahasiswa. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum.—yang juga menjabat sebagai Rektor Univet Bantara—sebanyak 10 mahasiswa Kelompok 1 menjadi motor penggerak utama kegiatan ini.
Dalam workshop tersebut, mahasiswa memperkenalkan SIKURA (Siklus Air dan AR). Media inovatif ini menggabungkan visualisasi digital berbasis Augmented Reality dengan alat peraga konkret untuk materi Siklus Air. Peserta berkesempatan mencoba SIKURA secara langsung, merasakan pengalaman belajar yang visual, interaktif, dan mudah dipahami siswa sekolah dasar.
Menariknya, karya mahasiswa ini telah terdaftar resmi memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dengan nomor EC002026173753. Tak hanya itu, inovasi ini juga dirangkum dalam sebuah buku berjudul “Membawa Dunia ke Ruang Kelas Sekolah Dasar melalui Augmented Reality” terbitan Penerbit Lakeisha dengan ISBN 978-634-2694-92-3.

Di tengah kesibukannya sebagai rektor, Prof. Farida menyempatkan hadir langsung memberikan apresiasi dan arahan. Ia menekankan bahwa calon guru harus adaptif terhadap teknologi tanpa melupakan pembentukan karakter siswa.
“Penggunaan gadget sudah jadi bagian dari keseharian anak. Tugas guru tak cuma menyampaikan materi, tetapi juga menanamkan adab dan karakter. Ingat, adab lebih tinggi daripada ilmu,” tegas Prof. Farida.
Kepala SD Negeri Jombor 03, Christina Puji Rahayu, S.Pd.SD., M.Pd., menyambut hangat inisiatif ini. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan media SIKURA secara simbolis oleh Ketua Projek Kepemimpinan, Dicky Ferdiansyah, kepada pihak sekolah sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan.
Bagi mahasiswa PPG, program ini menjadi pembuktian nyata kemampuan mereka dalam merancang, mengelola, hingga menerapkan inovasi teknologi yang berdampak langsung bagi dunia pendidikan.











