apijiwa.id — Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 14 Desember 2026, Polres Semarang memetakan tingkat kerawanan wilayah sekaligus menyiagakan personel pengamanan. Langkah antisipasi ini disiapkan mulai dari tahap pendaftaran hingga penetapan hasil.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Kamis (8/10/2026).
Sebagai langkah awal, Polres Semarang menggelar Rapat Koordinasi bersama Pemkab Semarang, TNI, Pengadilan Negeri, dan Kejaksaan Negeri, yang diikuti seluruh Kapolsek, Danramil, serta Camat se-Kabupaten Semarang. Rapat ini bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi menghadapi Pilkades.
“Kami sudah mengantisipasi tingkat kerawanan mulai dari pendaftaran sampai penetapan hasil. Polres Semarang menyiagakan hingga 787 personel untuk mengamankan seluruh tahapan,” ujar AKBP Heru.
Ia menjelaskan, potensi kerawanan yang diantisipasi meliputi praktik politik uang, kampanye terselubung di masa tenang, kampanye hitam dan ujaran kebencian berbau SARA di media sosial, hingga masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda atau fiktif. Untuk itu, diterapkan pola pengamanan berlapis dengan jumlah personel yang disesuaikan pada setiap tahapan.
Pada tahap pencalonan, Polres Semarang menerjunkan 327 personel. Jumlah ini ditingkatkan menjadi 391 personel saat tahap kampanye, masa tenang, hingga pasca-pemungutan suara. Puncaknya pada tahap pra-pemungutan suara, kekuatan pengamanan dimaksimalkan hingga 787 personel.
Guna mengoptimalkan pengamanan, Polres Semarang membagi Tempat Pemungutan Suara (TPS) ke dalam beberapa kategori kerawanan. Untuk kategori TPS Rawan, disiagakan dua personel Polri untuk mengawal setiap enam TPS. Kategori ini mencakup wilayah permukiman padat, area berpotensi konflik sosial, lokasi dengan DPT mendekati batas maksimal, daerah dengan potensi protes warga, hingga TPS yang berjarak tempuh lebih dari satu jam dari Mako Polres atau Polsek.
Sementara itu, pengamanan ekstra ketat diterapkan pada kategori TPS Sangat Rawan dengan menempatkan dua personel Polri khusus untuk satu TPS. Pengetatan ini diberlakukan pada wilayah yang amat sulit dijangkau dengan waktu tempuh lebih dari tiga jam dari Mako, daerah yang berkembang isu kontingensi, serta lokasi yang diwarnai aksi protes warga terhadap penyelenggara.
“Polres Semarang akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait selama rangkaian Pilkades berlangsung. Harapannya, situasi di Kabupaten Semarang tetap aman, damai, dan kondusif, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pemimpin terbaik sesuai pilihan mereka,” pungkasnya.














