apijiwa.id – Perkembangan zaman, menjadikan kreativitas dalam dunia kuliner seperti tak pernah berhenti. Setiap saat, muncul kreasi dari dunia kuliner. Salah satunya adalah areu, sebuah kuliner kreasi dalam bentuk kudapan atau camilan, yang awalnya hasil resep keluarga dan dikonsumsi sendiri, kemudian ditawarkan ke publik.
Rasanya yang enak dan menggugah selera, menjadi ide dasar kudapan ini kemudian ditawarkan ke publik. “Awalnya coba-coba, tapi mungkin banyak yang suka, jadinya saya coba lempar ke publik, dan ternyata banyak yang suka dan nikmat katanya,” terang Helmi Mulia Permana, produsen Areu.
Resep dari Kakak Ipar
Menurut Helmi, areu berbahan utama ayam, rebon, telur, dan tepung bebas gluten. Bahan-bahannya pilihan dan fresh.
“Ayamnya ayam asli, rebonnya juga kami beli yang fresh dari Sukabumi. Jadi ini (areu) bukan sejenis makanan ultra-proses yang sangat minim bahan-bahan asli,” tambahnya.
Masih menurut Helmi, resep areu pertama kali ditemukan oleh kakak iparnya. Kakak iparnya itu menemukan resepnya secara tidak sengaja. Saat mengulik-ngulik bahan untuk berjualan, terciptalah areu. Dalam sebuah kesempatan, areu coba dinikmati, ternyata rasanya enak.
Namun, sang kakak ipar tak melanjutkan pembuatannya, hingga resep itu diadopsi Helmi untuk kemudian dikembangkan.
“Ketertarikan saya pada areu ini karena terbuat dari bahan-bahan premium (pilihan-red). Secara kebetulan, saya dan istri suka olahraga, jadi areu ini bisa dijadikan camilan sehat buat nambah asupan protein,” tutur Helmi.
Ditambah lagi, areu sendiri punya sambal cuko. “Sambal cuko buatan kakak ipar ini juara. Karena kebetulan saya juga penggemar pempek. Tapi yang perlu diingat, areu itu bukan pempek, dan bukan pula otak-otak,” tutur Helmi lagi.

Teman Segala Suasana
Helmi pun menetapkan tagline untuk areu yang diproduksinya, yakni “Teman hangat di mana pun dan kapan pun”. Jadi, apa pun kondisinya, bagaimana pun suasana hatinya, areu bisa menjadi teman penghangat suasana.
Terutama bagi yang suka olahraga atau lagi membentuk tubuh, areu bisa jadi salah satu camilan pilihan, karena areu memakai tepung gluten-free. Areu cocok buat dibawa piknik atau naik gunung.
Areu yang ditawarkan Helmi ada dua varian, meliputi areu dengan pelengkap saus cuko yang rasanya pedas asam manis, dan areu dengan sambal chili oil.
“Itu sudah include di dalam (kemasan) produknya. Nah, buat kalian yang kurang wareg atau kenyang, areu bisa dinikmati dengan nasi. Saya pernah coba, dan memang ngeblend, ” ujarnya.
Areu juga bisa dinikmati siapa saja, kecuali orang yang alergi sea food atau alergi ayam. Selain dua tipe orang tersebut, siapa pun boleh makan areu.
Menurut Helmi, selama ini banyak pembeli yang memberikan testimoni, di antaranya dikatakan bahwa areu ini sangat bersahabat dengan anak-anak.
“Anak-anak kecil pada suka. Selain itu, banyak juga pembeli dari kalangan olahragawan, tukang fitness, atau teman-teman yang suka naik gunung. Buat bekal katanya,” kata Helmi lebih lanjut.
Enak dan Tinggi Protein
Areu juga dapat dinikmati dengan cara apa pun. Namun yang paling direkomendasikan adalah digoreng. Digoreng akan menjadikan kenikmatan areu lebih maksimal. Hanya saja, bagi yang sedang diet, areu bisa dipanggang menggunakan teflon antilengket atau air fryer.
“Dua cara ini direkomendasikan,” jelas Helmi.
Areu bisa menjadi pilihan camilan sehat, selain bercita rasa lezat, areu juga tinggi protein dan bebas gluten. Juga terbuat dari bahan-bahan pilihan dengan kualitas yang sudah teruji.
Produk areu kemasan bisa disimpan di frezzer dan bisa bertahan hingga 6 bulan. Sedang bila disimpan di kulkas atau suhu ruang, hanya bertahan hitungan hari saja.
“Areu ini kan bebas bahan pengawet, jadi dalam suhu ruang tidak bisa bertahan lama,” jelas Helmi lagi.
Bagi yang penasaran dengan produk areu dan ingin mencicipi, bisa mengintip medsos areu di IG atau TikTok @areu_official. “Areu juga bisa dikirim ke mana saja, kita berlangganan tetap dengan salah satu ekspedisi khusus pengantar makanan beku, sehingga aman selama di perjalanan,” jelas Helmi mantap.
Sejauh ini, areu selalu mendapatkan tanggapan positif dan tidak ada yang komplain terkait rasa dan lain-lain. Hanya saja, mengingat produk baru, areu masing sering disalah pahami. Banyak yang masih menyangka areu adalah pempek.
Karena masih sering disangka pempek, ayah satu anak ini akhirnya juga menetapkan tagline, “Areu, bukan pempek!”.
“Karena kalau pempek kan terbuat dari ikan tenggiri atau kakap. Nah, areu ini dari ayam, jadi beda. Terus bahan cuko-nya juga ada perbedaan dengan pempek,” pungkas pria yang punya filosofi dalam hidupnya: selalu mengutamakan sabar, sehingga bisa bermanfaat dalam hidupnya.












