Advertisement

apijiwa.id – Siang itu, sebenarnya aku tak berniat mengunjungi tempat wisata yang berada di pusat kota dekat kantor walikota Bandung itu. Namun, saat melihat relief dan foto plastik yang berjajar di taman itu, akhirnya kuputuskan berhenti sejenak di sana sembari melepas lelah dan menghalau haus dengan meneguk air mineral yang kubawa.

Apa yang kulihat di sana semakin membuat penasaran, sehingga kuputuskan melihatnya secara seksama. Ternyata, apa yang kulihat adalah untaian sejarah para pemimpin yang pernah menjabat di Kota Kembang, lengkap dengan keterangan aktivitas yang dilakukannya.

Saat itu, aku melihat tiga anak perempuan sedang duduk menikmati dinginnya suasana Kota Bandung (29/1/2026) dan sejumlah mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas, tampak asyik sambil ngobrol ngalor-ngidul.

Memang, jika hari biasa, suasananya tidak begitu ramai dan hanya segelintir orang saja yang datang. Padahal, Taman Sejarah dibebaskan bagi siapa saja yang ingin berkunjung. Apalagi, berkunjung ke taman ini tak ada biaya masuk alias gratis. Pengunjung tinggal masuk saja, karena taman tidak memiliki gerbang.

Penataan Taman Sejarah ini termasuk cukup baik, karena mencerminkan sebuah taman yang sengaja dibangun agar menyenangkan warga yang mendatanginya. Di sana pun, tersedia kursi-kursi yang bisa diduduki untuk bersantai, serta tersedia tempat sampah dengan warna berbeda agar pengunjung bisa memilah sebelum membuangnya.

Keindahan semakin terasa karena pepohonan yang ada tampak terlihat menarik, serta tanaman yang sengaja dihadirkan pun menjadi daya pikat tersendiri bagi mereka yang mengunjunginya. Juga, di sana ada taman yang dibuat begitu indahnya.

Asyik Sebagai tempat Nongkrong

Taman Sejarah banyak dikunjungi karena memang tempat yang asyik buat nongkrong. Apalagi mereka yang suka berfoto ria, tempat ini sangat cocok sekali. Bahkan, jika datang bersama keluarga, di taman ini pun tersedia kolam renang yang bisa digunakan untuk anak-anak.

Namun, pada hari biasa, air di dalam kolam dikeringkan. Air diisi pada hari Sabtu Minggu ketika banyak pengunjung yang datang, agar bisa digunakan berenang. Jadi, taman ini sangat cocok sebagai tempat nongkrong bareng keluarga. Juga untuk menenangkan diri di tengah kepenatan setelah melewati hari-hari yang penuh hiruk pikuk.

Taman Sejarah menjadi alternatif tempat nongkrong dan melepas penat bagi warga Bandung. (Deffy Ruspiyandy)

Taman Sejarah ini dibangun pada 4 Februari 2017 di atas lahan seluas 2.600 meter persegi. Taman ini merupakan taman tematik yang dibangun oleh Walikota Bandung ketika itu, Ridwan Kamil.

Taman Sejarah ini boleh dibilang merupakan destinasi wisata edukasi yang menyenangkan untuk para warga agar bisa mengenal sejarah saat berkunjung ke tempat ini. Tentu saja, bagi yang rajin, sebaiknya membawa alat tulis untuk menuliskan sejarah yang ada, khususnya perkembangan sejarah Bandung dan juga jejak para walikotanya agar mudah diingat.

Ide Ridwan Kamil membangun Taman Sejarah di areal bekas lokasi parkir Gedung DPRD Kota Bandung yang terletak di Jalan Aceh 53, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur, Kota Bandung, merupakan terobosan yang bagus sebagai upaya edukasi agar masyarakat Kota Kembang lebih mengenal para tokoh yang pernah menjabat walikota Bandung dari masa ke masa.

Jejak Sejarah Kota Bandung

Dinamai Taman Sejarah karena di dalamnya terdapat perjalanan panjang sepak terjang para walikota Bandung yang telah menjabat sejak era Kolonial hingga sekarang. Juga, yang tak kalah menarik, adalah mengenalkan Kota Bandung lengkap dengan sejarahnya.

Sejarah mencatat, pusat kota sesungguhnya terletak di daerah Kabupaten Bandung, tepatnya di daerah Dayeuhkolot yang saat itu dipimpin seorang bupati. Karena melihat daerah yang ditempatinya berada di bawah air yang membuat hidup tidak nyaman, sehingga bupati yang saat itu menjabat, R.A. Wiranata Kusumah II atau yang dikenal Dalem Kaum, bersama ketiga pendampingnya Eyang Dipa, Eyang Jenggot, dan Eyang Janalim, memindahkan ke tempat yang lebih cocok.

Setelah menemukan tempat yang pas, maka dibangunlah pendopo dekat Alun-Alun Kota Bandung saat ini. Mereka juga menemukan sumber mata air yang dinamakan Sumur Bandung, persisnya kini berada di gedung PLN, Jalan Cikapundung, Kota Bandung. Karena itulah, Bupati R.A. Wiranata Kusumah II sering disebut sebagai pendiri Kota Bandung.

Taman Sejarah dilengkapi dengan amfiteater alias ruangan khusus untuk menunjukkan dokumentasi perkembangan kota Bandung dari masa ke masa. Taman ini pun menyediakan jogging track, musala, dan toilet.

Dari sisi tujuan utamanya, Taman Sejarah sengaja dibangun untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warga Kota Bandung. Taman Sejarah memang magnetis, sangat menarik sebagai alternatif wisata keluarga yang murah meriah, bahkan tak perlu merogoh kocek alias gratis untuk menikmati segala fasilitasnya.

Karenanya, bagi mereka yang sedang berkunjung ke Kota Bandung, tak ada salahnya mampir sesaat ke Taman Sejarah. Apalagi, taman ini jaraknya tak begitu jauh dari Kawasan Braga. Selain melepas penat, pengunjung juga dapat mengeksplorasi sejarah Kota Bandung berikut kiprah para walikotanya dari masa ke masa.

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.