Advertisement

apijiwa.id – Kota Bandung menjadi saksi suburnya pertumbuhan bisnis makanan, termasuk bagi unit usaha rumahan seperti Husna Kitchen. Kepada apijiwaid, Maulana Anshori mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja memilih lini bisnis dessert dan kue basah karena antusiasme pasar yang sangat besar terhadap kategori kuliner tersebut.

“Husna Kitchen bergerak dalam usaha olahan makanan seperti Dessert dan Kue Basah. Bisnis kuliner sengaja dipilih karena banyak peminatnya,” tutur Maulana Anshori, Manajer Marketing Husna Kitchen.

Keputusan menekuni bisnis ini berawal dari kegemarannya dalam meracik hidangan penutup. Selain itu, ia didorong oleh rasa penasaran untuk menciptakan menu yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga memiliki cita rasa lezat yang mampu menggugah selera siapa pun.

“Perjalanan Husna Kitchen dimulai pada awal 2023,” jelasnya. Kelahiran anak pertama bernama Al Husna menjadi pemantik semangat untuk berbisnis demi masa depan finansial yang lebih baik. Itulah alasan mengapa nama sang anak dipilih sebagai nama usaha, dengan harapan bisnis ini bisa menjadi bekal jangka panjang.

Maulana Anshori, Manajer Marketing Husna Kitchen. (Deffy Ruspiyandy)

Maulana Anshori menjelaskan bahwa pangsa pasar utama Husna Kitchen mencakup warga lokal, rekan kerja, institusi pendidikan, hingga relasi kampus, dengan jangkauan pengiriman hingga ke Kota Bandung.

Sebagai bisnis rumahan, pemesanan dapat dilakukan melalui media sosial IG @husnakitchen2023, WhatsApp, atau layanan Go-Food. Untuk wilayah dalam radius 5 km dari Cigugur Girang, Parongpong, tersedia layanan antar langsung atau COD melalui reseller, sementara area lainnya dilayani melalui ojek daring.

Namun, lokasi produksi yang cukup jauh dari pusat keramaian menjadi tantangan tersendiri. Maulana mengakui bahwa jadwal pengiriman harus diatur pada jam tertentu agar lebih efisien. Kendala lainnya adalah lokasi rumah yang sulit ditemukan oleh pengemudi ojek daring, yang terkadang mengakibatkan pesanan gagal antar dan menambah beban biaya transportasi bagi pemilik.

Maulana menyatakan rasa syukurnya atas respons positif dari konsumen terhadap produk Husna Kitchen. Pelanggan setianya saat ini didominasi oleh kalangan pendidik, santri, serta rekan sekantor, dengan tingkat pemesanan ulang (repeat order) yang cukup tinggi melalui reseller.

Untuk harga, varian dessert dibanderol mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000, sementara paket kue basah tersedia di kisaran Rp10.000 sampai Rp20.000. Adapun ragam kue basah yang ditawarkan meliputi kue gabin tape, tape lava, risoles, bolu kukus mekar, lumpur surga, pisang goreng madu, lemper ayam, hingga puding.

Maulana mengakui bahwa keuntungan dari bisnis rumahan ini sangat dirasakan manfaatnya dalam menopang kebutuhan bulanan keluarga. Perkembangan usaha ini pun terlihat dari segi operasional; jika awalnya ia belum memiliki armada pengiriman, kini ia sudah mampu mengantar pesanan langsung ke rumah pelanggan. Dalam mengelola dapur produksi, suami dari Nuri Nuraeni ini dibantu oleh sang istri dan tiga orang adik iparnya.

“Dari awal merintis belum punya kendaraan untuk antar pesanan, sekarang sudah bisa antar bahkan sampai ke rumah pelanggan yang terjangkau,” ujarnya.

Untuk mendongkrak omzet, Maulana fokus pada pemenuhan kebutuhan pasar serta terus berinovasi agar kualitas produk tetap terjaga dengan harga yang kompetitif. Sebagai bentuk syukur, ia rutin bersedekah dalam bentuk produk makanan yang dibagikan langsung kepada para pelanggan dan warga di sekitar lokasi produksi.

Mengakhiri perbincangan, pria yang akrab dipanggil Kang Anshor ini mengungkapkan target memiliki toko fisik pada tahun 2026 ini. Rencana ekspansi ini bertujuan untuk menciptakan manajemen usaha yang lebih mapan serta mendekatkan produk Husna Kitchen kepada para konsumen setianya.

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.