apijiwa.id – Sebagai wujud solidaritas bagi warga terdampak longsor di wilayah Cisarua, Pasir Kuning, Babakan, dan Pasir Kuda, DPW Syarikat Islam Jawa Barat bekerja sama dengan DPC Syarikat Islam Kabupaten Bandung Barat meninjau lokasi bencana pada Minggu (16/2/2026). Selain berkunjung, mereka juga menyalurkan bantuan logistik secara langsung kepada para korban.
Nandang Koswara, Ketua DPW Syarikat Islam Jawa Barat, menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan ini adalah wujud nyata kepedulian organisasi terhadap korban longsor. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan implementasi dari konsep kesalehan sosial yang diamanatkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 177 bagi setiap Muslim.
“Anggota dan pengurus Syarikat Islam yang ada di Provinsi Jawa Barat ini sangat responsif dan mau berbagi untuk saudara-saudaranya yang kini ditimpa musibah,” ujarnya kepada apijiwa.id.
Nandang Koswara menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut dihimpun melalui kegiatan Tarhib Ramadan di Masjid Al Jabbar, Bandung, pada 7 Februari 2026. Dalam aksinya, DPW Syarikat Islam memegang teguh prinsip “Karaos, Kahartos tur Buktos” yang berarti terasa, dipahami, dan terbukti nyata.
Saat meninjau lokasi, ia menekankan pentingnya menyandingkan dakwah dengan kepedulian sosial, karena bagi organisasi ini, asas kebermanfaatan jauh lebih utama daripada sekadar jumlah bantuan.
Rasa prihatin menyelimuti Nandang saat menyaksikan langsung 31 rumah warga yang hilang tersapu longsor. Menyadari pasokan sembako di lokasi sudah sangat melimpah, ia segera mencari informasi melalui pemerintah daerah dan tim SIGAB.
Berdasarkan data di lapangan, ia pun memutuskan untuk menyalurkan bantuan berupa 31 tabung gas dan regulator yang saat itu sangat dibutuhkan para korban.
“Kebutuhan itu yang sengaja kami penuhi dan masyarakat yang sedang ditimpa bencana itu merasa bahagia, terlebih Kepala Desa Pasir Langu, Nur Awaludin Lubis, di sana begitu antusias menyambut kedatangan rombongan,” imbuhnya.
Total donasi yang terkumpul berasal dari berbagai pihak, meliputi sumbangan jemaah Syarikat Islam dan kaum Muslimin pada acara Tarhib Ramadan sebesar Rp12.000.000. Dukungan tambahan juga datang dari DPC Syarikat Islam Kabupaten Bandung senilai Rp4.000.000 dan pengurus DPW Syarikat Islam Jawa Barat sebesar Rp4.000.000. Selain dana tunai, keluarga besar H. Lucky Hermawan (ayahanda Aa Sulthan) turut menyumbangkan 31 unit tabung gas.
“Jadi saat itu, setiap kepala keluarga mendapatkan uang Rp 300.000. Memang tidak banyak, namun diharapkan bisa bermanfaat bagi mereka,” terangnya.
Nandang Koswara menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini adalah cerminan kesalehan sosial serta perwujudan rasa kasih sayang antar sesama Muslim. Menurutnya, kepedulian terhadap orang lain adalah jalan menuju ketaatan yang dicintai Allah. Dengan menumbuhkan empati, seseorang dapat merasakan penderitaan sesama dan menyadari bahwa ujian bisa menimpa siapa pun.
Ia meyakini bahwa memperbanyak kebajikan dan doa dapat menjadi perisai yang menjauhkan diri kita dari marabahaya.
Tak hanya fokus pada kebutuhan fisik, Syarikat Islam Jawa Barat turut memperhatikan pemulihan mental para korban longsor yang mengalami trauma mendalam. Strategi yang disiapkan mencakup dukungan spiritual dari para pemuka agama serta pendampingan langsung oleh para psikolog. Program ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat dan stabilitas emosional warga yang terdampak bencana.
Nandang Koswara menjelaskan bahwa program kepedulian bagi korban bencana ini dibagi menjadi dua tahap. Setelah tahap pertama selesai pada 16 Februari 2026, tahap kedua direncanakan berlangsung pasca-agenda pengajian Halalbihalal pada Minggu kelima, tepatnya 28 Maret 2026, di Masjid Raya Bandung.
Pria yang akrab disapa Abah Nandang ini menegaskan komitmennya untuk kembali menghimpun dana infaq dan sedekah guna membantu para korban. “Kita akan menggalang kembali, dana infaq dan sedekah untuk korban bencana tersebut,” pungkasnya.













