apijiwa.id – Sebanyak 50 anak yatim dan duafa di wilayah Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, tampak berbahagia saat menerima paket takjil, hidangan buka puasa bersama, bingkisan, serta santunan uang tunai. Acara yang digelar pada Minggu (8/3/2026) ini merupakan hasil kolaborasi tiga komunitas, yakni Urang Bandoeng Sauyunan, Silaturahmi Biro Jodoh Kota dan Kabupaten Bandung, serta Baraya Sunda Sauyunan.
Kegiatan rutin setiap Ramadan ini awalnya kerap dilaksanakan di jalanan. Namun, tahun ini panitia berinisiatif menyelenggarakannya di dalam ruangan, yang disambut baik oleh pemilik gedung, Deni Hendarson Rakasa. Suasana semakin semarak dengan antusiasme anggota ketiga komunitas yang datang dari berbagai pelosok Kota Bandung dan sekitarnya untuk turut hadir.
Inisiator acara, Abah Darma dari Silaturahmi Biro Jodoh Kota dan Kabupaten Bandung, menjelaskan bahwa pengumpulan donasi dilakukan hanya dalam waktu satu minggu. Meski singkat, bantuan yang terkumpul dari anggota komunitas sangat besar. Selain itu, dukungan juga mengalir dari para donatur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kegiatan sosial ini.
“Kami ingin membuktikan bahwa kerja sama yang solid dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Kami tidak melihat seberapa besar rezeki yang diberikan, namun melalui kasih sayang, ternyata berbagi dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa terbatasi ruang dan waktu,” ujar sosok yang dikenal antusias dalam menjalin silaturahmi tersebut.
Perwakilan Komunitas Urang Bandoeng Sauyunan, Apih Ahmad, menyampaikan bahwa setiap kebaikan akan kembali kepada pelakunya. Ia berpesan agar anak-anak yang hadir senantiasa bersyukur, bersabar dalam menghadapi ujian, serta tekun berdoa kepada Allah Swt.

Senada dengan itu, Umi Reni dari Komunitas Baraya Sunda Sauyunan memotivasi anak-anak untuk terus menggantungkan cita-cita setinggi langit. Ia mengingatkan agar mereka tidak menyerah pada keadaan, karena pertolongan akan selalu datang bagi mereka yang berusaha. Sementara itu, Bude Lia turut memberikan semangat agar anak-anak tetap tersenyum dan optimis dalam menjalani kehidupan.
Asya Alifia Fajri dan Raihan Syihab, yang mewakili rekan-rekan yatim lainnya, mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian orang tercinta yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Meski demikian, mereka sangat mengapresiasi kepedulian dari berbagai pihak.
“Kami memang tidak mengenal semua yang datang hari ini, tetapi cinta telah menggerakkan mereka dari jauh untuk berbagi kasih dengan kami. Terima kasih, semoga rezeki Anda semua berlimpah dan penuh berkah,” ungkap keduanya dengan penuh haru.
Acara ditutup dengan tausiyah dari Ustadz Wawan Budiman. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum akhir Ramadan untuk memohon ampunan kepada Allah dan beribadah secara sungguh-sungguh. Selain itu, ia mengingatkan kewajiban untuk peduli kepada sesama, baik melalui penunaian zakat fitrah maupun dengan menyisihkan rezeki untuk infaq dan sedekah.
“Jadilah manusia yang selalu mampu memberikan manfaat kepada siapa pun dan di mana pun, karena balasan dari kebaikan adalah kebaikan itu sendiri,” tegasnya dalam kesempatan tersebut.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol keakraban antar-komunitas. Kebersamaan yang terjalin erat ini menjadi wujud nyata kepedulian mereka terhadap anak yatim dan duafa, yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah serta buka puasa bersama.












