apijiwa.id — Tak kurang dari 50 pelukis dari berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk 10 pelukis perempuan, berkumpul untuk mengikuti kegiatan melukis On The Spot (OTS) di kompleks Stasiun Jambu, Kabupaten Semarang, Minggu (19/7/2026). Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore ini menjadi ajang bagi para seniman untuk melukis langsung di luar ruangan (outdoor) dengan membidik objek nyata di lokasi.
Kompleks Stasiun Jambu dipilih karena menyuguhkan pemandangan alam yang memukau, berupa hamparan persawahan dengan latar belakang pegunungan yang megah. Hal tersebut disampaikan oleh pengurus Himpunan Pelukis dan Perupa Ambarawa (HIPPA), yang didampingi oleh Kaboel Pamuji dan Trie Rawa, saat ditemui awak media di lokasi acara.
“Kegiatan OTS seperti ini sudah beberapa kali digelar di wilayah Ambarawa dan sekitarnya. Ke depan, agenda ini akan kami adakan secara rutin di lokasi yang berbeda-beda. Kami juga berencana menghadirkan pelukis lain dari Jawa Tengah yang belum pernah mengikuti OTS di Ambarawa,” ujar Ireng Wawan, salah satu tokoh penggerak HIPPA.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Desa (Kades) Jambu, Bambang Sutedjo. Ia mengaku sangat mendukung langkah HIPPA yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi OTS. Menurut Bambang, kegiatan ini sejalan dengan impian jangka panjangnya untuk memajukan potensi desa melalui seni.

Ide ini kemudian diwujudkan setelah dirinya berkoordinasi dengan Ireng Wawan, yang juga merupakan seniman lokal asal Desa Jambu.
“Dari koordinasi tersebut, ternyata gayung bersambut. Pak Ireng Wawan sangat antusias menggelar kegiatan seni untuk mengangkat potensi masyarakat Desa Jambu, khususnya di bidang seni rupa. Kami tentu langsung setuju. Setelah mencari lokasi dengan view terbaik, akhirnya dipilihlah kompleks Stasiun Jambu ini,” jelas Bambang.
Bambang menambahkan bahwa Desa Jambu memang kaya akan panorama alam yang indah karena letak geografisnya berada di lembah yang dikelilingi pegunungan.
Wadah Regenerasi Seni Tradisional dan Modern
Selain menjadi ajang berkumpulnya para pelukis senior, kegiatan di alam terbuka ini diharapkan dapat memantik minat anak-anak dan remaja di Desa Jambu untuk menyalurkan serta mengembangkan bakat seni lukis mereka.
Apalagi, Desa Jambu selama ini dikenal memiliki akar budaya yang kuat. Seluruh dusun yang ada di desa tersebut—total lima dusun—sudah memiliki kelompok kesenian tradisional Reog sendiri. Bahkan, setiap kali ada acara desa, mereka selalu menampilkan kelompok lokal tanpa perlu mendatangkan seniman dari luar daerah.
“Harapan kami, kegiatan dari HIPPA ini bisa menjadi pemantik gairah kesenian, khususnya seni lukis di Jambu. Terlebih, di sini ada tokoh seni rupa yang siap membimbing dan mengarahkan generasi muda,” pungkas Bambang.
Suasana OTS pun terasa semakin hangat dan kental dengan nuansa lokal. Di sela-sela konsentrasi menggoreskan kuas di atas kanvas, para pelukis disuguhi aneka jajanan pasar tradisional serta seduhan kopi khas Desa Jambu.















