Advertisement

apijiwa.id – Forindima (Forum Independen Pengabdian Masyarakat) kembali menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan bagi korban bencana di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (19/2/2026). Menggandeng Babinsa Kelurahan Ciroyom sebagai mitra lama, kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan di RT 05/05 Desa Pasirlangu.

Aksi kemanusiaan ini bukanlah hal baru bagi Forindima. Sejak awal berdirinya dengan nama Reformer 2019, organisasi ini telah melewati berbagai dinamika hingga bertransformasi menjadi Forindima seperti sekarang. Di tengah perkembangan tersebut, semangat untuk berbagi berdasarkan panggilan nurani dan kemampuan yang ada tetap menjadi landasan utama yang konsisten dijalankan.

Koordinator Umum Forindima, Edi Juju Rohmansyah, menjelaskan kepada apijiwa.id bahwa pemberian bantuan di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan satu dari sekian banyak aksi nyata kepedulian yang telah mereka laksanakan.

Dalam aksi tanggap bencana ini, Forindima kembali berkolaborasi dengan mitra setianya, Babinsa Kelurahan Ciroyom. Bantuan yang disalurkan kali ini berasal dari berbagai donatur, salah satunya adalah CORNESTONE, yang meliputi kebutuhan logistik seperti beras, selimut, dan handuk.

Meskipun jumlah pastinya tidak dirinci, Edi Juju Rohmansyah menyebutkan bahwa seluruh bantuan tersebut memenuhi kapasitas dua unit ambulans yang dikerahkan ke lokasi. Berbeda dari biasanya yang melibatkan tim khusus, kali ini fokus utama adalah tim penyalur bantuan. Kedatangan mereka di lokasi disambut hangat oleh Ketua RW setempat yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian tim yang datang jauh-jauh dari Kota Bandung.

“Kami datang membawa bantuan dan langsung diberikan kepada penerima di sana. Kehadiran kami disambut oleh ketua RW di sana yang langsung berterima kasih dengan bantuan yang jauh-jauh dibawa dari Kota Bandung,” ujar Edi.

Edi mengungkapkan bahwa sebenarnya tim ingin berdialog lebih dalam mengenai kebutuhan warga. Namun, hujan deras yang mengguyur saat mereka tiba membatasi waktu komunikasi. “Dalam obrolan singkat, warga mengaku sangat cemas setiap kali hujan turun, karena trauma akan bencana serupa yang mungkin terulang kembali,” jelas Edi.

Melihat kondisi di lokasi bencana yang sangat memprihatinkan, Edi dan rekan-rekannya berupaya memberikan dukungan moral agar warga tetap tegar. “Kami memahami bahwa menghadapi musibah ini sangatlah berat, namun kami ingin warga tahu bahwa mereka tidak sendirian,” tegas Edi menguatkan semangat para korban.

Edi menyadari bahwa efektivitas kerja lembaganya sangat bergantung pada kolaborasi, mengingat tantangan di lapangan tidak bisa ditangani sendiri. Meski aksi sosial sudah menjadi agenda rutin Forindima, ia meyakini bahwa hasil yang lebih optimal hanya dapat dicapai melalui kerja sama tim. Di samping itu, ia mengimbau warga terdampak untuk tetap bersabar, berdoa, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.