apijiwa.id – Dewan Kemakmuran Musala (DKM) Thoriqul Ikhlas Desa Bugel, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengadakan kegiatan “Bukber Ceria Penuh Makna” pada Minggu (1/3/2026) sore. Acara yang menghadirkan pendongeng Kak Erwin ini diikuti 40 anak dari lingkungan sekitar musala.
Ketua DKM Thoriqul Ikhlas, Badiatul Muchlisin Asti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk menjadikan musala sebagai pusat syiar Islam dan edukasi bagi anak-anak sejak dini, sehingga peran musala sebagai wadah tarbiyah Islamiyah dapat berjalan optimal.
Badiatul menjelaskan bahwa pemilihan konsep dongeng bertujuan agar nilai-nilai agama dapat tersampaikan dengan cara yang lebih seru. Karena pada dasarnya anak-anak menyukai cerita, metode ini dinilai efektif untuk menanamkan ajaran Islam secara menyenangkan.
Sebagai bentuk keberlanjutan, DKM telah menyusun berbagai program bagi anak-anak sekitar, salah satunya adalah mengaktifkan kembali kegiatan mengaji setelah magrib melalui lembaga Raudhah Tarbiyatul Qur’an (RTQ). Di lembaga ini, kurikulum tidak hanya fokus pada baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga mencakup pemahaman dasar agama seperti fikih, akidah, dan sejarah Islam (sirah).
Sementara itu, melalui metode storytelling yang jenaka, Kak Erwin berhasil memikat perhatian anak-anak saat menyampaikan materi tentang puasa dan salat. Kisah yang dibawakan terasa akrab dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pesan moral dan motivasi ibadah dapat diterima anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
Selanjutnya, sembari menanti kumandang azan Magrib, acara dilanjutkan dengan kuis edukatif berhadiah alat tulis mengenai wawasan keislaman yang dipandu langsung oleh Ketua DKM, Badiatul Muchlisin Asti.
Materi kuis meliputi hafalan doa harian, surat pendek, hadis, hingga kisah para nabi. Anak-anak tampak sangat bersemangat berebut menjawab pertanyaan. Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjemaah.
Pengurus DKM berharap program “Bukber Ceria Penuh Makna” ini dapat menjadi pemantik bagi penyelenggaraan kegiatan edukatif lainnya yang mampu menarik minat serta partisipasi aktif anak-anak di masa mendatang.










