apijiwa.id – Sehat merupakan anugerah yang begitu berharga dari Allah Swt. Untuk memeliharanya, umat Islam sangat membutuhkan literasi dan pemahaman yang tepat mengenai cara menjaga kesehatan serta adab mengobati penyakit sesuai dengan syariat.
Merespons kebutuhan tersebut, Ustaz Yayat Ruhiyat selaku pakar di bidang ini menekankan pentingnya edukasi seputar Thibbun Nabawi. “Berbicara mengenai kesehatan, Thibbun Nabawi menempati posisi yang sangat esensial bagi kaum Muslimin,” terang Ustaz Yayat dalam sebuah kesempatan.
Ia memaparkan bahwa Thibbun Nabawi adalah metode pengobatan bersumber dari sunnah Nabi Muhammad Saw yang komprehensif, mencakup aspek spiritual, fisik, hingga mental. Pengobatan ala Nabi ini tidak sekadar bertumpu pada penyembuhan fisik, tetapi sangat berpegang teguh pada kaidah agama dan nilai-nilai tauhid. Setiap proses pengobatan dimaknai sebagai bentuk ikhtiar manusia, dengan keyakinan penuh bahwa Sang Maha Penyembuh hanyalah Allah Swt.
“Individu yang tengah diuji dengan sakit perlu menyadari bahwa penyakit datang atas izin Allah dan kesembuhan pun murni kehendak-Nya. Pemahaman ini akan menumbuhkan keikhlasan dan kesabaran, seraya tetap menjaga semangat berikhtiar untuk sembuh,” pungkasnya.
Menurutnya, umat Islam perlu memahami Thibbun Nabawi sebagai bagian dari ajaran agama yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan. Oleh karena itu, ia aktif mengajak kaum Muslimin untuk mempelajari metode ini.

“Terkadang saya melihat justru kaum Muslimin sendiri banyak yang belum memahaminya. Maka, saya mengajak siapa pun untuk mulai mempelajari Thibbun Nabawi,” tegasnya.
Kesungguhan ini membuat Ustaz Yayat tak henti-hentinya memperkenalkan konsep sehat dan sakit dalam Islam di berbagai kesempatan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan secara holistik, sebab jika tubuh sakit, segala aktivitas ibadah dan keseharian pun akan sulit dilakukan.
Ustaz Yayat menjelaskan bahwa keunggulan Thibbun Nabawi terletak pada pendekatannya yang menyeluruh—tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga aspek spiritual. Hal ini menunjukkan bahwa Thibbun Nabawi adalah sistem pengobatan komprehensif yang menyentuh berbagai dimensi kehidupan.
Menurutnya, umat Islam dapat mempelajari Thibbun Nabawi melalui literatur, seminar, maupun kursus khusus. “Idealnya memang melalui kursus karena dibimbing langsung oleh ahlinya. Jika ada kesempatan dan waktu, sebaiknya sarana belajar tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin,” harapnya.
Saat ini, faktanya telah banyak ustaz yang mendalami Thibbun Nabawi melalui studi Islam serta praktik lapangan. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir metode ini akan tergerus oleh perkembangan pengobatan modern Barat. Ustaz Yayat menambahkan bahwa saat ini sudah banyak organisasi dan komunitas yang fokus pada pengobatan Islam, salah satunya adalah IHMI (Ikatan Herbalis Muslim Indonesia).
Saat ditanya oleh apijiwa.id mengenai alasan umat Islam harus senantiasa menjaga kesehatan, Ustaz Yayat menjelaskan bahwa kondisi fisik yang prima sangat diperlukan untuk menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari dengan optimal. Ia mengingatkan bahwa Allah Swt lebih menyukai mukmin yang kuat dibandingkan yang lemah.
Meski demikian, ia menekankan bahwa sakit bukanlah sesuatu yang hina, karena ujian sakit datang dari Allah dan dapat menjadi penggugur dosa. “Oleh karena itu, saat sehat harus dijaga dengan baik, dan jika sakit, sudah semestinya berobat sesuai tuntunan syariat,” tuturnya.
Ustaz Yayat berpesan agar setiap muslim yang sedang sakit senantiasa bersabar, berdoa, dan berikhtiar mencari kesembuhan tanpa rasa putus asa. “Setiap penyakit tentu ada obatnya, kecuali masa tua dan kematian,” terangnya.
Sebagai penutup, Ustaz Yayat menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pengobatan yang sesuai ajaran Islam, dibarengi doa dan tawakal. “Semoga Thibbun Nabawi semakin dipahami secara utuh oleh kaum Muslimin. Di tengah kondisi zaman seperti sekarang, pengobatan ala Nabi ini benar-benar mutlak dibutuhkan,” pungkasnya.












