apijiwa.id – DPW Syarikat Islam Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Pengajian Silaturahmi Idulfitri 1447 H dan Halalbihalal bersama segenap pengurus dan anggota di Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, Sabtu (29/3/2026). Mengusung tema “Mengokohkan Dakwah Melalui Kekuatan Ekonomi”, acara ini dihadiri oleh ribuan jemaah.
Menteri Koperasi, Fery Juliantono, hadir di tengah kesibukannya untuk memberikan tausiyah di hadapan para jemaah. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan rutin tahunan ini. Acara tersebut dirancang sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi pasca-Ramadan, sekaligus menjadi ruang bagi para anggota untuk melepas rindu dalam suasana yang fitri dan penuh keakraban.
Turut hadir dalam acara ini Karo Kesra Provinsi Jawa Barat yang mewakili Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Selain itu, hadir pula Ketua DKM Masjid Al Jabbar, KH Tata Sukayat; Ketua MUI Jawa Barat, KH Aang Zein Abdullah; serta perwakilan berbagai ormas Islam dan masyarakat sekitar.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga menjelang waktu salat Zuhur tersebut berjalan dengan semarak namun tetap khidmat.
Dalam sambutannya, Ketua DPW Syarikat Islam Jawa Barat, KH Nandang Koswara, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran seluruh pengurus, mulai dari tingkat wilayah hingga anak ranting, serta para jemaah umum. Ia menyebutkan bahwa tidak kurang dari 35.000 orang memadati masjid yang menjadi kebanggaan Jawa Barat dan Asia Tenggara tersebut.

“Hari ini adalah momentum terbaik pasca-Idulfitri untuk mempererat silaturahmi dalam koridor ukhuwah Islamiyah,” tegas sosok yang akrab disapa Abah Nandang ini dengan penuh semangat.
Ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai ciri ahli surga (ahli jannah), sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d ayat 20. Menurutnya, silaturahmi bukan sekadar menyambung tali kasih sayang, melainkan upaya strategis membangun peradaban Islam dan memperkuat jejaring umat. Hal ini penting untuk menciptakan kondisi yang dinamis, kreatif, dan inovatif dalam melayani umat secara nyata (karaos dan aya buktos).
“Hasil ibadah Ramadan selama sebulan penuh harus mampu diimplementasikan dalam sebelas bulan ke depan, sehingga terpancar tauhid yang kokoh dan akhlak yang mulia dalam diri setiap Muslim,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Menteri Koperasi Fery Juliantono menekankan pentingnya “dakwah ekonomi” untuk memperkuat kemandirian umat. Hal ini, menurutnya, telah dirintis oleh tokoh-tokoh Syarikat Islam sejak masa lalu karena pengembangan ekonomi adalah pilar utama kemajuan umat.
“Pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto terus mendorong aktivitas ekonomi yang merata agar kekayaan tidak hanya berputar di kalangan tertentu. Melalui berbagai terobosan, Presiden mengupayakan program ekonomi kerakyatan demi menekan angka kesenjangan ekonomi,” ungkap Fery.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan camp peternakan ayam petelur milik Koperasi Syarikat Islam di kawasan Baros Arjasari, Kabupaten Bandung. Di lokasi tersebut, Tim LPDB dan Dinas Koperasi Kabupaten Bandung melakukan dialog dan tinjauan lapangan.












