apijiwa.id — Musim kemarau yang sedang berlangsung menuntut masyarakat untuk semakin waspada, terutama terhadap ancaman bencana kebakaran. Dalam sepekan terakhir, sejumlah peristiwa kebakaran melanda wilayah Kabupaten Semarang, mulai dari lahan kosong, permukiman warga, hingga fasilitas publik dan pabrik. Bahkan, salah satu insiden terbesar menimpa pabrik triplek di Tengaran yang ludes terbakar hingga memicu kerugian mencapai miliaran rupiah.
Terbaru, kebakaran lahan kosong terjadi di Dusun Jatisari RT 03 RW 06, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan semak belukar seluas kurang lebih 2 hektare.
“Penyebab kebakaran diduga berasal dari pembakaran sampah oleh warga. Api yang membesar kemudian menjalar ke area lahan kosong,” ujar Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, Senin (3/8/2026).
Hadid, saksi mata yang pertama kali melihat kejadian tersebut, mengaku mendapati api sudah membesar dan membakar lahan di dekat pemukiman warga. Ia lantas segera menghubungi Damkar Pos Bergas yang kemudian berkoordinasi dengan Damkar Pos Ungaran. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan tindakan pemadaman.
“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah dipastikan aman dan padam total, petugas kembali ke posko masing-masing,” tambah Anang.
Masih di hari yang sama, peristiwa serupa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan lahan bambu milik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Irsyad, Jalan Raya Solo-Semarang KM 45, Dusun Tluko, Desa Butuh, Kecamatan Tengaran. Kobaran api melahap area rumpun bambu seluas seluas 30 x 20 M2.
Penyebabnya ditengarai sama, yakni warga yang membakar sampah lalu meninggalkannya begitu saja saat api masih menyala.
“Warga yang melihat api membesar sempat berupaya memadamkan secara swadaya menggunakan alat seadanya sembari menghubungi Damkar Pos Tengaran dan Pos Getasan. Petugas dengan cepat mendatangi lokasi untuk memadamkan kobaran api,” jelas Anang.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa kebakaran lahan tersebut. Kerugian materiil diperkirakan mencapai jutaan rupiah.














