apijiwa.id — Peristiwa kebakaran kembali melanda wilayah Kabupaten Semarang dan menambah rentetan kejadian bencana kebakaran selama bulan Agustus 2026. Pada Kamis (20/8/2026) malam sekitar pukul 21.58 WIB, kebakaran menimpa rumah milik Mbah Pardiman (81) di Lingkungan Ngampin Krajan RT 04 RW 01, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa. Penyebab kebakaran diduga akibat timbulnya korsleting listrik di bangunan berukuran 9 × 13 meter persegi tersebut.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, menyampaikan bahwa saksi pertama yang melihat kobaran api adalah Heny Setyawati (50), anak pemilik rumah. Heny dikagetkan oleh kemunculan api yang sudah membakar bagian ruang tengah rumah orang tuanya. Melihat hal tersebut, ia langsung berteriak meminta tolong. Teriakan itu terdengar oleh Catur Novrianto, yang merupakan Ketua RT 04 RW 01 Krajan Ngampin.
“Pak RT yang melihat api mulai membesar membakar rumah korban langsung berteriak meminta tolong hingga warga sekitar berdatangan. Warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, alih-alih mengecil, api justru kian membesar hingga salah seorang warga segera menghubungi Damkar Pos Ambarawa,” ujar Anang Sukoco kepada awak media, Jumat (21/8/2026) siang.
Menindaklanjuti laporan warga, anggota Damkar Pos Ambarawa mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman. Petugas dari Pos Terpadu Bawen dan Posko Bergas turut diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.
“Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dipadamkan, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan lokasi. Akibat kebakaran ini, kerugian materiil masih dalam tahap penghitungan. Karena rumahnya ludes dilalap api, Mbah Pardiman untuk sementara tinggal di rumah anaknya yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian,” tandas Anang.
Tetangga Kaget Mendengar Teriakan “Ono Kobongan”
Sementara itu, sejumlah tetangga mengaku terkejut saat mendengar teriakan keras “Ono kobongan!” (ada kebakaran). Warga seketika berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara. Dari luar, tercium bau menyengat kayu terbakar dan terlihat rumah Mbah Pardiman sudah dilalap api yang membesar.
“Beberapa bulan terakhir, ada penjual pakaian asal Banyumas yang menumpang tinggal di rumah Mbah Pardiman. Saat kejadian semalam, dia sedang pulang kampung ke Banyumas. Stok pakaian yang tersimpan di rumah Mbah Pardiman pun ikut ludes terbakar. Api cepat membesar karena sebagian besar konstruksi bangunan terbuat dari kayu jati. Kini hanya tersisa puing-puing dan bagian teras rumah yang masih utuh,” terang Pak Ris, salah seorang tokoh masyarakat Krajan, Kelurahan Ngampin, Jumat (21/8/2026) siang.
Lebih lanjut, Pak Ris menceritakan bahwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik. Mbah Pardiman diperkirakan lupa mematikan televisi saat hendak pergi ke rumah tetangganya di RT sebelah. Sebelum pergi, anaknya sebenarnya sudah mengingatkan agar televisi dimatikan, tetapi imbauan tersebut tidak dihiraukan.
“Saat rumah terbakar, anak-anak Mbah Pardiman yang tinggal di luar Ambarawa langsung berdatangan setelah menerima kabar, termasuk anaknya yang berkunjung dari Kalimantan dan satu lagi dari Pingit. Untuk sementara waktu, Mbah Pardiman tinggal di rumah anaknya yang berada tepat di sebelah lokasi kejadian,” pungkas Pak Ris.














