apijiwa.id — Dalam sebulan terakhir, wilayah Kabupaten Semarang marak dilanda musibah kebakaran. Peristiwa ini melalap lahan kering, permukiman warga, hingga bangunan toko dan pabrik yang diduga dipicu oleh suhu udara panas selama musim kemarau.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, mengungkapkan bahwa dua peristiwa kebakaran kembali terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan pada Selasa (4/8/2026).
Kebakaran pertama menimpa rumah milik Ngatmin di Dusun Krajan RT 09/RW 02, Desa Klero, Kecamatan Tengaran, sekitar pukul 10.40 WIB. Insiden ini diduga dipicu oleh kompor gas yang lupa dimatikan seusai digunakan untuk memasak.
“Pemilik rumah terkejut saat melihat api sudah membesar dan membakar bangunan. Ia langsung berteriak meminta tolong. Warga sekitar segera datang bergotong-royong memadamkan api menggunakan alat seadanya, sembari melaporkan kejadian tersebut ke Damkar Pos Tengaran,” kata Anang.
Petugas Damkar Pos Tengaran yang dibantu Pos Getasan bergerak cepat menuju lokasi. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.
Sementara itu, sekitar pukul 10.30 WIB, kebakaran juga melanda Toko “Niki Mantep” di Jalan Raya Semarang-Solo, wilayah Karangjati, Kecamatan Bergas. Kebakaran diduga akibat korsleting pada saklar listrik yang menyambar unit genset dan melalap bangunan seluas 2 x 10 meter persegi.
“Api sempat membakar bangunan dan genset, tetapi berhasil dipadamkan oleh karyawan toko menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Petugas Damkar Pos Bergas dan Ungaran yang tiba di lokasi langsung melakukan pendinginan,” jelas Anang.
Proses pengamanan di lokasi kejadian turut dibantu oleh personel Polsek Bergas, Koramil Bergas, serta relawan setempat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, sedangkan total kerugian materiil masih dalam proses penghitungan.












