apijiwa.id – Memasuki hari kedua, kegiatan pelatihan dan pendampingan UMKM hasil kolaborasi Prodi S1 Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW Salatiga dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga memfokuskan materi pada pengelolaan keuangan dan strategi manajemen usaha.
Ketua Prodi Ilmi Ekonomi FEB UKSW Salatiga, Prof. Dr. Gatot Sasongko, S.E., M.S., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperdalam pembekalan teknis para pegiat usaha mikro.
“Pelatihan fokus pada pemanfaatan platform digital dan digital marketing, penguatan tata kelola keuangan, serta strategi manajemen usaha sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis,” ujar Gatot di Balai Kota Salatiga, Rabu (19/8/2026).
Pakar Kewirausahaan FEB UKSW, Komala Inggarwati, S.E., M.M., M.Bus., Ph.D., menegaskan keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada angka penjualan, melainkan pemahaman atas Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle). Pelaku usaha dituntut mengeksekusi strategi pemasaran yang tepat di setiap fase—mulai dari perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, hingga penurunan—agar tetap bertahan saat persaingan memuncak.
“Peserta juga dibekali penerapan strategi bauran pemasaran (Marketing Mix 4P) yang adaptif untuk menjaga fleksibilitas usaha dalam menghadapi dinamika pasar,” jelas Komala.
Sementara itu, pakar akuntansi FEB UKSW, Dr. Supatmi, S.E., M.Ak., C.A., menyoroti pentingnya pencatatan keuangan sebagai indikator kesehatan usaha. Menurutnya, administrasi keuangan tidak boleh dipandang sebagai beban yang rumit.
“Berawal dari Buku Kas Harian, Laporan Laba Rugi, hingga Neraca, pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi kesehatan usahanya secara real-time. Pemanfaatan teknologi digital membuat proses pencatatan kini jauh lebih praktis dan akurat,” tutur Supatmi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Dr. Bayu Joko Mulyono, S.Sos., M.Si., menyambut positif sinergi ini. Ia menilai tantangan terbesar UMKM Salatiga saat ini bukan lagi sekadar modal atau lokasi usaha, melainkan tata kelola finansial dan daya saing.
“Fokusnya menyeluruh, mulai dari pembukuan, perhitungan biaya dan laba berbasis statistik, hingga pembentukan model bisnis yang tangguh. Dari sisi permodalan, Pemkot Salatiga memfasilitasi program Subsidi Bunga (Samibingah). Sedangkan untuk efisiensi, pemasaran digital terus didorong agar UMKM tidak lagi terhalang batasan fisik,” kata Bayu.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi simulasi mandiri. Mahasiswa pendamping dari Prodi S1 Ilmu Ekonomi FEB UKSW terjun langsung membimbing pelaku UMKM merapikan buku kas harian dan merancang strategi digitalisasi. Kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha ini diharapkan mampu mencetak UMKM Kota Salatiga yang tangguh, tertib finansial, dan siap bersaing di pasar digital.














