apijiwa.id – Program Studi (Prodi) S-1 Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (FEB UKSW) berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Manajemen Keuangan dan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Praktik UMKM di Kota Salatiga 2026”. Acara tersebut berlangsung di Gedung Sekretariat Daerah Kota Salatiga pada Kamis (20/8/2026).
Ketua Prodi Ilmu Ekonomi FEB UKSW Salatiga, Prof. Dr. Gatot Sasongko, S.E., M.S., di sela pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa acara ini dihadiri oleh para pelaku dan pegiat UMKM Salatiga yang mulai mengadopsi teknologi digital.
“Kegiatan ini menghadirkan Joshua Christoper Daniel, Growth & Acquisition blu by BCA Digital, sebagai pembicara utama dengan tema Financial Literacy: Digital Cash Stuffing. Joshua membagikan strategi praktis bagi para pelaku usaha kecil untuk mengelola arus kas (cash flow) secara efisien di era digital,” ujar Gatot.
Dalam kegiatan ini, para peserta diajak mempraktikkan metode alokasi anggaran modern secara digital. Metode tersebut mengadaptasi konsep tradisional pencatatan kas ke dalam ekosistem perbankan digital, sehingga memudahkan pelaku usaha memisahkan modal kerja, dana operasional, dan keuntungan bisnis secara akurat.
“Pengelolaan keuangan yang terstruktur merupakan fondasi utama agar UMKM dapat bertahan dan naik kelas. Melalui pemanfaatan teknologi digital seperti blu by BCA Digital, pelaku UMKM di Salatiga kini dapat mencatat, mengalokasikan, serta memantau arus kas usaha mereka secara lebih praktis, transparan, dan aman,” terang Joshua Christoper Daniel.
Para peserta diajak mengenali fondasi utama keberlanjutan UMKM, yakni pengelolaan keuangan yang sehat. Selama ini, banyak pelaku usaha mikro dan kecil mengalami kendala arus kas bukan karena kurangnya penjualan, melainkan akibat bercampurnya dana pribadi dengan kas operasional bisnis.
Selain itu, materi juga menekankan pentingnya pencatatan finansial yang disiplin, pengalokasian modal secara terstruktur, serta penyiapan dana darurat usaha. Joshua menggarisbawahi bahwa literasi keuangan (financial literacy) bukan sekadar teori pencatatan, melainkan kebiasaan mendasar dalam mengambil keputusan bisnis yang terukur.
“Di sini, para peserta diajak mengeksplorasi dan mempraktikkan fitur-fitur inovatif pada aplikasi blu by BCA Digital untuk mendukung pengelolaan keuangan harian. Salah satunya adalah bluBisnis, fitur yang menyediakan rekening khusus untuk memisahkan keuangan pribadi dan dana usaha secara praktis, aman, serta terukur. Fitur ini memudahkan pelaku usaha mengelola transaksi masuk dan keluar tanpa tercampur,” lanjutnya.
Melalui integrasi pemahaman dasar keuangan yang sehat dan praktik langsung fitur digital tersebut, para pelaku UMKM Salatiga dibekali kesiapan penuh untuk beralih dari pengelolaan tradisional menuju tata kelola finansial modern yang lebih rapi, transparan, dan efisien.
“Harapannya, kolaborasi antara Prodi Ilmu Ekonomi FEB UKSW, Dinas Koperasi dan UKM Salatiga, serta blu by BCA Digital ini dapat mengakselerasi literasi keuangan digital sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM lokal,” pungkasnya.














