apijiwa.id – Sebanyak tujuh ulama muda asal Palestina menggelar rangkaian safari dakwah di Indonesia pada 1–25 Ramadan 1447 H, atau bertepatan dengan 18 Februari hingga 16 Maret 2026. Program yang diprakarsai oleh Yayasan AMAL ini bertujuan membagikan informasi terkini mengenai realita yang terjadi di Palestina kepada kaum Muslimin di Indonesia. Selama periode tersebut, para ulama dijadwalkan mengunjungi berbagai masjid di wilayah Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, hingga Yogyakarta.
Ketujuh ulama tersebut adalah Syekh Muhammad Al Burae, Syekh Omar, Syekh Muhammad Nidhal, Syekh Anwar Al Kurdi, Syekh Raid Ghanim, Syekh Belal Habil, dan Syekh Marwan Athallah. “Mereka bergantian menjadi imam salat wajib dan salat tarawih, serta berbagi kisah kepada jemaah mengenai kondisi terkini di Palestina,” ujar Ustaz Ridwan Kamal, Ketua Yayasan AMAL, kepada apijiwa.id.
Yayasan AMAL (Amanah Kemanusiaan Global) merupakan lembaga swadaya masyarakat (Non-Governmental Organization) yang bergerak di bidang sosial. Yayasan ini didampingi oleh KH. Miftah Farid sebagai Ketua Penasihat dan Drs. Achmad Setiyaji (mantan wartawan Pikiran Rakyat) sebagai Ketua Pembina.
Menurut Ustaz Ridwan, kegiatan ini rutin digelar untuk menyemarakkan bulan Ramadan bagi jemaah di Indonesia melalui lantunan tilawah merdu para syekh asal Palestina. Di akhir setiap acara, diadakan pengumpulan dana yang akan disalurkan ke berbagai negara yang sedang mengalami krisis, seperti Palestina, Sudan, Lebanon, Yordania, Suriah, Yaman, dan Indonesia.
“Semua donasi dikirim ke tujuh negara tersebut, sementara khusus untuk Indonesia, bantuan dialokasikan bagi pemulihan Aceh dalam bentuk paket ifthar, sembako, serta hadiah hari raya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, para imam muda juga menyampaikan pesan mengenai urgensi keberadaan Masjidil Aqsa. Mereka menekankan bahwa masjid tersebut merupakan tempat terjadinya peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw sekaligus kiblat pertama bagi umat muslim.
Di sisi lain, para imam ini mengaku bangga dapat bersilaturahmi dengan saudara seiman di Indonesia, mengingat tingginya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. “Mereka sangat mengapresiasi dukungan warga Indonesia yang tidak pernah berhenti membantu Palestina dalam berbagai aspek,” ujar Ustaz Ridwan.
Ustaz Ridwan juga menambahkan bahwa seluruh biaya akomodasi selama rangkaian safari dakwah ini ditanggung sepenuhnya oleh Yayasan AMAL.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Ridwan Kamal mengajak umat Islam di Indonesia untuk menerapkan gerakan “Berdoa, Boikot, dan Berdonasi”. Ia mengimbau jemaah untuk tidak putus mendoakan kemerdekaan Palestina setiap hari.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk melakukan aksi boikot dengan berhenti membeli produk yang terafiliasi dengan zionis Israel, serta terus memberikan donasi sebagai bentuk bantuan nyata bagi perjuangan rakyat di sana.
Ridwan berharap dukungan umat Muslim Indonesia dapat mengangkat perjuangan rakyat Palestina ke level yang lebih tinggi. Menurutnya, dukungan tidak cukup hanya dengan mengutuk tindakan Israel, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung.
“Semoga amal ibadah dan bantuan kaum Muslimin sangat berarti serta bermanfaat bagi keberlangsungan hidup saudara-saudara kita di Palestina,” pungkasnya.











