Advertisement

apijiwa.id – Pemerintah Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bersama komunitas pemuda lintas desa menggelar Festival Kuliner bertajuk Markijan alias Mari Kita Jajan selama dua hari, Sabtu-Minggu (20-21/12/2025) bertempat di halaman Kecamatan Godong.

Menurut koordinator panitia festival kuliner Markijan 2025, Mohammad Mustakim, festival kuliner diadakan selain bertujuan memperkenalkan pelbagai produk unggulan lokal desa di lingkup Kecamatan Godong, juga dalam upaya meningkatkan perekonomian warga.

“Di Kecamatan Godong yang terdiri dari 28 desa, diketahui memiliki banyak kuliner khas dan produk UMKM yang perlu diangkat agar lebih dikenal masyarakat,” tutur pria yang akrab disapa Mustakim.

Masih menurut Mustakim, fetival kuliner diikuti sekitar 90-an stan, termasuk stan perwakilan BUMDES. Pada hari pertama, jumlah pengunjung membludak, sehingga banyak kuliner dan jajanan yang habis, sehingga pada malam harinya sudah banyak stan yang tutup.

“Padahal saat malam hari, meski sempat turun hujan, namun pengunjung yang datang ke lokasi festival masih lumayan banyak,” tutur Mustakim lagi.

Salah satu stan perwakilan BUMDES yang mendisplay produk lokal setempat.

“Selain kuliner, juga ada sejumlah stan yang menjual baju dan kerajinan tangan seperti tas, serta stan mainan anak,” tambah pria yang pernah menginisiasi Festival Sega Pager pada awal tahun 2020.

Selain festival kuliner, digelar pula Pelem Manis alias Pelayanan Malam Masyarakat Humanis berupa sejumlah pelayanan publik antara lain: pembuatan SIM, donor darah PMI, rekam dan cetak KTP, pelayanan KB, cek kesehatan gratis, dan sertifikasi halal gratis.

Saat ditanya soal tindak lanjut, Mustaqim menyatakan harapannya festival bisa diadakan lagi dengan konsep yang lebih baik.

Salah seorang pengunjung, Laela Nurisysyafa’ah, menyatakan senang dengan diadakannya festival kuliner di Kecamatan Godong. Ia berharap festival kuliner ini bukan yang pertama sekaligus yang terakhir, namun ditindaklanjuti dengan festival kuliner berikutnya yang lebih baik.

Menurutnya, masih banyak produk unggulan dan kuliner khas Godong yang belum tampil di festival, untuk tidak mengatakan nyaris tidak ada.

“Produk-produk yang ditampilkan, apalagi yang ditampilkan oleh BUMDES, harusnya mengakomodasi produk UMKM setempat yang berkelanjutan, bukan produk yang semata dibuat sekadar untuk kepentingan festival,” tandasnya.

Tapi sebagai permulaan, ia sangat mengapresiasi dan menilai sangat bagus dengan diadakannya festival kuliner, yang terbukti bisa menyedot pengunjung, yang mungkin masih dalam skala (pengunjung) lokal.

“Bila bisa diadakan rutin secara berkala, bukan tidak mungkin akan menyedot pengunjung yang lebih banyak lagi dari luar,” tandasnya lagi.

Facebook Comments Box

Penulis: Badiatul Muchlisin AstiEditor: M. A. Fathan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.