Advertisement

apijiwa.id – Menulis adalah sebuah bentuk aktivitas intelektual dalam bentuk menuangkan ide dan gagasan dengan tema yang telah ditentukan. Kegiatan menulis akan berbuah baik jika sang penulis konsisten.

Konsistensi akan membuat seseorang terlatih daya kepekaan dan kemampuannya menuangkan apa saja yang ada di benaknya. Sehingga kemampuannya akan lebih terasah dan dapat menghasilkan tulisan yang dibutuhkan pembaca. Inilah momentum terbaik penulis guna menghasilkan karya terbaiknya.

Persoalannya, banyak penulis yang tak mampu mempertahankan konsistensinya sebagai penulis. Memang memungkinkan seorang penulis memiliki banyak kesibukan lain yang menguras waktunya. Namun begitu, untuk bisa mempertahankan kekuatan menulisnya, tak ada salahnya di tengah kesibukannya yang padat tetap menyempatkan waktu menulis, kendati hanya catatan kecil untuk mencatat topik-topik yang mungkin akan dituliskannya nanti.

Pentingnya Konsistensi

Bagi penulis pemula, konsistensi menulis menjadi problematika tersendiri. Persoalannya, jika tulisan yang dikirim ke media massa belum dimuat, maka seringkali membuat malas menulis. Padahal redaktur hanya menyukai penulis yang terus-menerus konsisten menulis, karena ada nilai perjuangan.

Redaktur pasti tahu dan melihat rajinnya penulis mengirim naskah. Bahkan, selaku penulis ide cerita, saya mempertahankan hal itu dan terus mengirimkan ke PH yang ada agar tidak kehilangan kesempatan, karena bisa jadi tulisan kita dilihat menurut urutan pengiriman.

Juga, yang menjadi persoalan klasik bagi para penulis adalah jika tulisan tidak berhonor. Tentu saja, honor itu penting sekali sebagai uang lelah dan juga pengganti kuota. Hal yang wajar bagi seorang penulis karena bisa jadi ia menggantungkan pencaharian hidupnya (salah satunya) dari menulis.

Siapa yang tak butuh uang, karena seorang penulis tentunya ingin bisa hidup dari dunia kepenulisannya. Namun percayalah, semua itu akan terjadi seiring tulisan kita dikenal dan dibaca banyak orang.

Semua itu pernah saya alami sebagai penulis. Saya banyak menulis namun tidak mendapatkan honor, tetapi saya bahagia karena pernah ada laporan dari redakturnya, jika tulisan saya banyak dibaca orang sampai ribuan pembaca.

Saya juga pernah mendapat ganjaran honor dari website itu karena tulisan saya memperoleh pembaca terbanyak sesuai peringkat yang ada. Semua itu saya syukuri karena ternyata tulisan saya banyak dibaca sebagai buah dari konsistensi saya sebagai penulis yang terus menulis dan mengirimkannya ke media massa, baik cetak maupun online.

Mengutip pernyataan Rhenald Kasali yang dikenal sebagai seorang socialpreneur yang terkenal di Indonesia, “Untuk menjadi wirausaha, tidak sekedar mengandalkan otak semata, tetapi juga membutuhkan kerja otot.”

Jika boleh menerapkan dalam dunia tulis-menulis, maka tentu saja, selain kita punya pengetahuan dan wawasan, kita pun mesti menerapkannya dengan cara menulis. Ya, bidang apapun akan terasah karena kebiasaan alias konsisten melakukan sesuatu, termasuk bagi penulis.

Tips Menjaga Konsistensi Menulis

Pada dasarnya, menulis itu tak perlu dipaksakan jika moodnya sedang tidak baik-baik saja. Jika dipaksakan justru akan membuat situasi writer’s block. Namun hal itu seyogyanya tidak berjalan lama, karena seorang penulis dituntut untuk produktif dalam menulis.

Bagi sebagian penulis yang sudah lama terjun dalam dunia tulis-menulis, ia telah mampu mengatur waktunya, sehingga dalam satu hari ia bisa menyediakan waktu untuk menulis.

Sayangnya, kalangan penulis pemula rentan dengan sergapan rasa malas. Kondisi seperti ini justeru kerapkali membuat penulis bersangkutan menjadi sulit untuk menulis kembali. Padahal sebagai penulis, modal yang paling utama adalah menulis itu sendiri, termasuk menangkap ide, mencari tema, membaca referensi, mengolah data, dan kemudian melakukan proses penulisan.

Hilangnya momentum menulis yang pas bagi seorang penulis sebenarnya kerugian besar, karena acapkali akan berubah dari rencana awal yang sebenarnya mesti dituliskan.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan penulis untuk bisa menjaga konsistensi dirinya dalam menulis. Namun soal keberhasilan, semua kembali kepada masing-masing penulisnya.

  1. Membuat agenda khusus untuk menulis

Penulis yang baik tentu memiliki waktu khusus untuk menulis. Penulis bisa menentukan waktunya sendiri. Karena terkadang, penulis memiliki waktu tertentu yang bisa memacu moodnya untuk menulis. Ada yang suka menulis dalam suasana sepi seperti malam hari, tapi juga ada bisa menulis pada waktu kapan saja. Jadi, pilihlah waktu yang pas, agar bisa menulis secara rileks dan menyenangkan.

  1. Membawa catatan, handphone dan laptop setiap pergi

Bagi penulis yang sudah mengerti dan memahami dunia kepenulisan, maka biasanya yang bersangkutan akan selalu membawa alat tulis. Karena seorang penulis bisa mendapatkan ide di mana saja berada. Tentu saja handphone penting sebagi alat komunikasi. Sementara laptop sangat dibutuhkan, karena jika mood menulis bagus, menulis bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Menulislah di manapun ketika kesempatan itu ada

  1. Membuat rencana tentang apa yang hendak ditulis

Hal ini dirasa penting karena merencanakan akan memudahkan dalam mewujudkannya, sebaliknya jika tidak direncanakan maka seringnya sulit terlaksana. Merencanakan menulis seringkali memotivasi penulis untuk kemudian menulis atau paling tidak menyiapkan diri untuk menulis. Merencanakan hal yang baik tentu sesuatu yang baik untuk terus dilakukan dan merencanakan menulis bagi seorang penulis mutlak dilakukan untuk menjaga dirinya menulis di mana dan kapanpun.

  1. Membiasakan diri membaca agar otak tidak tumpul

Jangan lupa pula jika Anda seorang penulis, maka tak boleh lupa untuk selalu membaca hal-hal yang dirasa penting, seperti membaca artikel di surat kabar ataupun website yang bisa dilihat di smartphone Anda. Juga yang tak kalah penting membiasakan membawa buku untuk dibaca karena membaca adalah hal penting dan utama bagi seorang penulis agar memberi asupan vitamin wawasan dan juga pengetahuannya.

  1. Mengingatkan diri setiap saat jika menulis itu adalah hal penting

Bagi seorang penulis yang baik, tentunya selalu ada hal yang bisa mengingatkan untuk senantiasa menulis. Hal ini harus sering dilakukan karena menjadi motivasi penulis untuk tetap menulis. Biasanya, yang terbiasa menulis pasti akan ada selalu hal yang menagih dirinya untuk menulis. Bagi penulis yang terbiasa menulis, maka akan tak tenang dan ada semacam rasa kurang bila tak menulis, sehingga akan segera menulis.

Intinya, konsistensi dalam menulis adalah hal penting bagi seorang penulis. Semua kebiasaan harus terus dilakukan secara terus-menerus guna menghasilkan karya terbaik yang dapat dibaca banyak orang. Tulisan ini bukan dalam rangka menggurui, melainkan berbagi pengalaman agar kita selaku penulis, baik penulis pemula maupun penulis yang sudah memiliki jam terbang tinggi, bisa konsisten menulis karena di luaran sana, banyak pembaca yang menanti karya-karya bermutu dan bermanfaat.

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: M. A. Fathan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.