apijiwa.id – Buku berjudul 500 Resep Kue & Masakan yang Paling Diminati karya Chendawati (PT. Gramedia Pustaka Utama, cet. ke-4, 2016) ini dicetak lux. Sampulnya hardcover dan masih diberi jaket sampul, serta kertas isi artpaper gilap full colour. Ukuran bukunya juga besar dan tebal (564 halaman).
Tak sekedar berpenampilan eksklusif, buku ini juga memiliki makna penting bagi dunia boga Indonesia, karena di dalam buku ini berisi koleksi resep-resep yang diajarkan di tempat Kursus Masak Ny. Liem.
Kursus Masak Ny. Liem adalah sebuah nama bagi ‘lembaga’ kursus masak yang tidak hanya sangat populer di Kota Bandung, tetapi juga di luar Kota Bandung, bahkan hingga ke luar pulau Jawa. Setiap praktisi dan penggemar boga hampir selalu menginginkan dapat mengasah ilmu boganya di kursus masak terkenal ini.
Alumni Kursus Masak Ny. Liem tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta mencapai ribuan. Latar belakang peserta kursusnya sangat bervariasi. Berasal dari beragam latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga hingga profesional.
Berawal dari Hobi
Sejarah Kursus Masak Ny. Liem berawal dari hobi. Ny. Liem bernama lengkap Elisabeth Lim Kurnia Awangsih alias Lim Kim Wang. Sekitar tahun 1966, Ny. Liem yang tinggal bersama keluarganya di Jalan Gandapura, Bandung, sering diminta mendemonstrasikan keahlian membuat pastry pada acara ibu-ibu di lingkungan sekitar.
Atas motivasi dari banyak rekannya, awal tahun 1971, perempuan kelahiran tahun 1928 yang telah pindah ke Jalan Naripan 52 Bandung itu, memutuskan untuk membuka kursus masak—saat itu dengan peserta sekitar 50 orang.
Tempat kursusnya menyatu dengan toko kue dan bahan kue miliknya dengan tujuan awal untuk mempermudah para peserta kursus mendapatkan bahan serta alat yang dibutuhkan. Namun, dalam perkembangannya, toko kue dan bahan kue Ny. Liem juga terbuka untuk masyarakat umum yang berminat membeli kue atau bahan membuat kue.
Konsep dasar kursus Ny. Liem adalah pelatihan membuat kue, roti, dan masakan. Tak terasa, seiring waktu, peserta kursus Ny. Liem terus bertambah hingga telah mencapai ribuan orang.
Karena kursus tersebut semakin berkembang dan kebutuhan akan sumber daya manusia dalam bidang tata boga terus meningkat, pada tahun 2000 didirikanlah Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Ny. Liem yang secara khusus memberikan pendidikan dan pengajaran tata boga.
Pendirian LPK ini diprakarsai oleh Chendawati—menantu Ny. Liem yang sekaligus menjadi tenaga pengajar dan pengelola kursus.
Tahun 2008, seiring makin banyaknya peserta kursus, Ny. Liem membuka toko dan tempat kursus baru di Jalan Naripan 80, Bandung. Adapun lokasi kursus di Jalan Naripan 52, lebih difungsikan sebagai toko dan tempat produksi.
Ny. Liem, Sang Maestro Kue
Ny. Liem meninggal dunia pada 13 Juli 2018. Mayarakat Indonesia, terutama masyarakat Kota Bandung, yang bergelut di bidang boga, mengenangnya sebagai “maestro kue”.
Meski Ny. Liem sudah meninggal, namun hingga sekarang Kursus Masak Ny. Liem masih aktif memberikan pelatihan. Bahkan di masa pandemi Covid-19, kursus masak Ny. Liem tetap aktif. Namun kursus tidak dilakukan melalui tatap muka, melainkan diselenggarakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom.
Di usia senjanya, Ny. Liem memang memilih tidak lagi aktif mengajar kursus maupun membuat kue. Estafet pengelolaan usaha, baik lembaga kursus maupun toko roti, diserahkan sepenuhnya kepada Chendawati, menantunya yang dulu juga merupakan peserta kursus masaknya.
Chendawati memang mewarisi ilmu dan resep-resep dari Ny. Liem dengan baik, sehingga mampu meneruskan dan mengembangkan usaha yang telah dirintis oleh Ny. Liem, menjadi semakin maju.
Atas dedikasinya di dunia boga, tahun 2008, Chendawati dianugerahi penghargaan Best Women Entrepreneur oleh Ikatan Pembauran Perempuan Pengusaha Indonesia (IPPI). Sedangkan LPK Ny. Liem terpilih sebagai Juara 1 Lembaga Tata Boga Provinsi Jawa Barat.
Membukukan Resep
Sejak tahun 2006, bersama penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Ny. Liem telah menerbitkan sejumlah buku masak yang berisi resep-resep favorit yang diajarkan di Kursus Masak Ny. Liem.
Misi penerbitan buku-buku yang diberi tajuk Seri Resep Andalan Ny. Liem itu, selain untuk ikut memperkaya khazanah kuliner Indonesia, sekaligus juga untuk memudahkan mereka yang memiliki minat dan kepentingan dalam dunia boga, namun belum memiliki kesempatan mengikuti kursusnya.
Ternyata, penerbitan satu buku dan lalu disusul buku-buku berikutnya, disambut antusiasme yang luar biasa oleh para pengikut kursus Ny. Liem dan para alumninya yang tersebar di seluruh Indonesia.
Resep-resep dalam buku seri ini tersusun sebagai hasil upaya Chendawati, menantu dan generasi penerus Ny. Liem, yang hampir setiap hari berdua dengan ibu mertua tercinta mengajar para peserta kursus.
Sesuai judulnya, buku ini berisi 500 resep yang diajarkan di tempat Kursus Ny. Liem. Resep-resep di buku ini dibagi ke dalam 9 kelompok, meliputi: Cake (98 resep), Roti (54 resep), Snack (35 resep), Kue Indonesia (24 resep), Masakan Indonesia (90 resep), Masakan Chinese (73 resep), Puding (33 resep), Minuman (56), dan Kue Kering (38 resep).
Sebelumnya, telah terbit buku bertajuk Seri Resep Andalan Ny. Liem dan Usaha Boga Resep Ny. Liem secara tematik, antara lain: Nasi Goreng Favorit; Pastel & Risoles; Cake & Brownies; Kue Kering Gaya Baru; 100 Resep Masakan Pilihan Ny. Liem; 100 Resep Kue Kering Pilihan Ny Liem; Kue Kering Berhias; Pempek Favorit; Masakan Ayam Populer; Variasi Brownies Gaya Baru; Kreasi Puding Lapis; 35 Resep Pilihan Ny. Liem Masakan Nusantara;Jus & Soft Drink; Sup & Soto; Chinese Food; Roti Unyil; dan Roti Modern.
Semua buku-buku itu disusun oleh Chendawati berdasarkan resep-resep dari Ny. Liem. Buku-buku penting bagi dunia boga, yang semakin memperkaya khazanah kuliner Indonesia sekaligus menjaga cita rasanya.
Sebagai buku yang lahir dari tempat kursus masak yang sangat terkenal dan terpercaya dengan jumlah murid ribuan, juga telah menjadi resep andalan usaha boga oleh para alumninya, buku ini tentu tak diragukan lagi manfaatnya. Layak dimiliki oleh tidak hanya alumni Kursus Masak Ny. Liem, tetapi juga bagi mereka yang akan atau sedang menjalankan usaha boga.













