Advertisement

apijiwa.id – Menjadi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas sangat diidamkan oleh kaum Muslimin di manapun mereka berada. Saat ini, berkembang pondok-pondok pesantren yang khusus berkonsentrasi kepada kegiatan yang satu ini. Lembaga Tahfidz Baitul Qur’an YUPPI menjadi salah satu lembaga yang didirikan guna memenuhi kebutuhan melahirkan para penghafal Al-Qur’an. Lembaga ini dikelola oleh orang-orang yang berkompeten.

Ya, Baitul Qur’an adalah sebuah lembaga pengajaran dan pendidikan Al-Qur’an yang berusaha melahirkan hafiz dan hafizah yang kuat menghafal kitab yang diturunkan kepada Rasulullah Saw. Pada pelaksanaannya, kegiatan ekstra kurikuler ini beraktivitas di bawah naungan Yayasan Upaya Pembinaan Pendidikan Islam (YUPPI ).

“Terus terang, mendapatkan amanah ini bukanlah hal yang mudah. Tetapi, saya dan asatiz yang lain berusaha memberikan yang terbaik bagi anak didik yang hadir di sini,” tutur Ketua Lembaga Tahfidz Baitul Quran YUPPI, Ustaz Fahmi Mirza Anshori.

Lembaga Tahfizul Qur’an yang Berkualitas

Lembaga Tahfidz Baitul Quran YUPPI didirikan pada 2014. Lembaga dirintisnya bersama tiga orang guru yang menjadi tim. Tujuan pendiriannya, menurut Ustaz Fahmi, ingin menjadikan lembaga yang berkualitas dan membentuk generasi yang berakhlakul karimah dan mendidik para penghafal Al-Qur’an melalui penanaman 6T (Tahsin, Tahfiz, Tafhim, Tafsir, Tatbiq dan Tabligh ).

“Tentu, secara ideal, bukan saja santri di sini menjadi penghafal Al-Qur’an semata, namun kami ingin mendidiknya secara paripurna atau memiliki kemampuan plus, sehingga kelak mereka bisa berguna untuk umat,” imbuhnya.

Pada lembaga ini, ada dua program yang menjadi skala prioritas, yaitu kepesantrenan yang di dalamnya terdapat ulumusy syar’i serta halaqah tahsin dan tahfiz Al-Qur’an. Tahsin bertujuan agar seluruh santri memiliki standar bacaan yang baik dan tahfiz bertujuan untuk melatih agar para santri bisa menambah dan mempertahankan hafalan.

Salah satu suasana pembelajaran di Lembaga Tahfidz Baitul Qur’an YUPPI Bandung.

“Sehingga dalam hal ini, para santri memiliki kemampuan hafalan yang baik, serta serta bacaannya benar,” jelasnya.

Lebih lanjut Ustaz Fahmi menjelaskan, pihaknya telah meluluskan kurang lebih sepuluh angkatan. Sementara keunggulan lembaga yang dipimpinnya adalah menghadirkan santri yang hafalan Qur’annya bagus serta juga memahami bahasa Arab secara baik.

Untuk hafalan Al-Qur’an, santri dituntut kuat di dalam menghafalnya. Sedang untuk bahasa Arab, para santri diajarkan ilmu-ilmu bahasa Arab itu sendiri. “Keduanya saling melengkapi karena hafalan Qur’an dan bahasa Arab, keduanya sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Metode Setor Face to Face

Saat ini, jumlah keseluruhan santri ada 200 orang, terdiri dari 170 orang yang mengikuti program halaqah yang jadwalnya Senin – Rabu,  serta 30 orang yang mengikuti program asrama. “Paling jauh santri ada yang dari Kalimantan Timur dan Maluku Utara,” terangnya.

Sedang untuk para murrabi kebanyakan berasal dari dari Soreang, Kabupaten Bandung, dan ada juga yang berasal dari Kabupaten Garut.

Untuk metode, Ustaz Fahmi menjelaskan, metode mengajar yang digunakannya adalah Metode Talaqqi Halaqah Qur’an Setor Face to Face. Dalam arti kata, para santri melakukan setoran hafalan kepada ustaz yang telah ditentukan.

Hal ini, menurutnya, sering dilakukan agar hafalan mereka terjaga dan semakin hari semakin bertambah hafalannya. “Halaqahnya dilakukan setelah salat Subuh dan Ashar setiap harinya,” ujarnya.

Sedangkan kegiatan lainnya di luar program utama, Lembaga Tahfidz Baitul Quran YUPPI mengadakan Qur’an Camp dan olahraga sunah seperti memanah, berkuda, dan berenang. “Tentu saja semua itu dilakukan dengan pelatih tersendiri agar kegiatan yang dilakukan bisa aman,” jelasnya kepada apijiwa.id.

Memberdayakan Keluarga

Sejauh ini, pihak lembaga tidak menggandeng pihak manapun untuk mengelola lembaga, kecuali menggandeng donatur dari pihak keluarga dan orangtua. Sementara pengelolaan lembaga, dikelola oleh Ustaz Fahmi sendiri bersama 15 orang yang diberdayakan, yang terdiri dari 8 akhwat dan 7 ikhwan.

“Tidak hanya murrabi, tetapi bagian administrasi dan bagian desain grafis pun ada, karena lembaga ini tidak akan berjalan baik jika tidak memiliki organisasi yang baik,” tegasnya.

Ustaz Fahmi berharap apa yang dilakukannya ini menjadi motivasi bagi semua akan pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan. Menurutnya, ada satu hal yang harus bersama-sama dikerjakan karena menurut sebuah survei, diketahui ada 60 % remaja Indonesia yang buta huruf Al-Qur’an.

Karenanya, menurutnya lagi, kaum Muslimin harus bahu-membahu agar bisa membumikan Al-Qur’an di lingkungannya masing-masing. “Siapa lagi kalau bukan kita yang melakukannya, apalagi tantangan di luar sana begitu berat, sehingga butuh kebersamaan melakukan hal itu,” tandasnya.

Kehadiran Lembaga Tahfidz Baitul Qur’an harus tetap eksis karena kehadirannya sangat dibutuhkan umat. Sehingga pihaknya sangat berharap ada dukungan moril ataupun materil. “Kegiatan yang kami lakukan adalah sebuah ikhtiar. Karenanya, kami berharap dukungan nyata, sehingga lembaga ini tetap eksis serta memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi umat,” pungkasnya.

Lembaga Tahfidz Qur’an Baitul Qur’an
Komplek Sekolah YUPPI
Jalan Soreang – Banjaran KM 02, Desa Cingcing, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung
No. Rekening BSI 7296227891 a.n. Lembaga Tahfidz Baitul Qur’an
No. Kontak HP:  0896-0813-7443

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.