Advertisement

Suara

Di seperempat malam hari,
aku masih larut di dalam banyak tanya
tentang derita rakyat di dalam negara
tetapi rawat oleh mereka yang punya kuasa

undang-undang. Alat negara
diperalat penguasa tuk menindas para jelata

“miskin jadi data,
dipelihara dalam hitungan angka
: angka kemiskinan di dalam negara.”

Penguasa suka bersandiwara
Dimana-mana tebar pesona
Biar kelak dapat suara
suara yang bisu; Bisu di dalam kotak suara.

Malaka, 19 Februari 2026

Jangan Tanya Lagi

Di Flores-Ngada
ada korban jiwa
hanya karena buku dan pena.

Di Malaka
Guru honor dirampas haknya
Dengan dalil kebijakan negara

Pun banyak ketimpangan sosial di luaran sana
Belum jua dilirik negara

Hanya di atas podium istana negara
Dia masih berkata,
“rakyatku paling berbahagia.”

Karena itu jangan tanya lagi
Jika efesiensi anggaran jadi alasan gizi
Padahal itu proyek politisi

Jangan tanya lagi tentang keberpihakan negara
jika harga buku dan pena
harus dibeli dengan nyawa.

Malaka, 19 Februari 2026

Yang Larut di Dalam Kepala

Yang Larut di dalam kepala
lintas di dalam tanya
namun kini belum terjawab jua

“Apa guna Tuhan ciptakan mata,
Kalau hanya untuk lihat kesalahan sesama?
Apa guna, banyak belajar Agama,
Kalau hanya untuk hakimi sesama?
Apa guna setiap saat selalu berdoa,
Kalau kesalahan sesama,
diumbar di teras-teras rumah tetangga.

Malaka, 16 Juli 2025

Sumatra Banjir  Air Mata

Tanah tumpah ruah
Hanyut bersama badai nan riuh
Menerjang sisa pohon yang tumbuh
Jatuh di atas tubuh-tubuh kaku yang pasrah

“Ini bencana alam,
sudah direncanakan sejak puluhan tahun silam
oleh konglomerat-konglomerat kejam
bubuh tanda tangan mereka membuat banjir mencekam.”
Demikian kata seorang warga dengan raut wajah seram.

Kapak dan parang petani tak pernah melayang
; Melayang pada pohon-pohon rindang
Hingga tumbang, jatuh tergelentang

Sumatra dilanda banjir bandang
Jua banjir air mata
Pemerintah masih linglung
Masih sibuk bicara di atas panggung
Bantai opini, sana-sini
sebar narasi yang sudah basi
sedangkan rakyat butuh eksekusi
dari pemimpin yang katanya terpilih dari hasil demokrasi

Malaka, 15 Desember 2025

Tanah Subur Tumbuh Koruptor

Indonesia tanahnya subur
Tanam jamur
Tumbuh Koruptor
Korupsi menjamur

Sawah dan ladang terus digusur
Sampai beras diimpor

Investor bicara soal makmur
Sejahtera untuk para penganggur
Di penghujung janji, pekerja nganggur
; Di PHK

Malaka, 02 Maret 2025

Facebook Comments Box

Penulis: Theo KiikEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.