apijiwa.id – Pelaku usaha perempuan kini menjadi pilar yang tak terpisahkan dari pesatnya pertumbuhan UMKM. Di Kota Bandung, Perempuan Pengusaha Kepala Keluarga (PEKKA) Bersinar telah membuktikan kontribusi nyatanya dalam mendongkrak kesejahteraan keluarga. Fenomena ini menegaskan betapa pentingnya peran perempuan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis gender.
Salah satu wadah konkret perjuangan mereka adalah Warung Cetaaarrr—sebuah akronim unik dari “Warung Cewek, Strong, dan Ceria”. Di sinilah para anggota PEKKA dan alumni Sekolah Perempuan Jawa Barat (SPJB) yang telah dibekali pelatihan usaha berkumpul.
Langkah mereka mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat. Dinas ini memfasilitasi para pengusaha perempuan untuk memasarkan produk mereka tepat di depan kantor dinas yang terletak di Jalan PHH Mustofa No. 22, Kota Bandung. Meski peluang ini terbuka untuk pelaku usaha dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, wilayah Kota Bandung menjadi yang paling aktif berkontribusi karena faktor kedekatan geografis.
“Kesempatan bazar pertama kali kami dapatkan saat pandemi COVID-19 pada awal tahun 2021. Waktu itu, dengan tetap mengenakan masker, kami tetap bisa berjualan dan menghasilkan pendapatan. Pandemi tidak menghalangi kami untuk produktif,” kenang Tini Gustini, fasilitator sekaligus penanggung jawab Warung Cettar, saat berbincang dengan apijiwa.id.
Seleksi Ketat demi Kualitas dan Keberlanjutan
Menembus Warung Cetaaarrr ternyata bukan perkara mudah. Tini mengungkapkan bahwa proses seleksi diterapkan secara ketat. Para pengusaha perempuan di bawah naungan PEKKA dan alumni SPJB dituntut untuk menjaga keberlanjutan (sustainability) produksi mereka, mengingat produk-produk tersebut akan dipajang pada rak dan display khusus yang telah disediakan.

Untuk produk makanan, regulasinya cukup ketat: wajib mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal dari otoritas berwenang, serta dikemas dengan desain yang menarik dan higienis. Sementara untuk produk kerajinan (craft) dan busana (fashion), Warung Cetaaarrr menonjolkan hasil inovasi daur ulang yang bernilai ekonomi tinggi.
Dukungan DP3AKB Provinsi Jawa Barat terbilang total. Lembaga kedinasan ini menyediakan berbagai pelatihan gratis, mulai dari manajemen usaha, memasak, pembuatan kue (pastry), menjahit, kerajinan tangan, hingga materi kekinian seperti digital marketing dan e-commerce. Namun, jika PEKKA menginisiasi pelatihan mandiri di luar program dinas, pembiayaannya ditanggung secara swadaya oleh anggota.
Selain pelatihan, fasilitas lain yang diterima berupa penyediaan rak pajang gratis dan kesempatan mengikuti bazar bulanan yang digelar pihak dinas. Lebih dari itu, setiap kali DP3AKB Provinsi Jawa Barat maupun Kota Bandung menggelar rapat formal, hidangan ringan (snack) selalu dipesan dari produk-produk buatan ibu-ibu PEKKA Bersinar di Warung Cetaaarrr ini.
Menembus Pasar Timur Tengah
Kini, sayap bisnis Warung Cettar semakin melebar. Anggota yang telah memiliki legalitas formal dan produknya memenuhi standar ekspor, berhasil menembus pasar internasional. Produk mereka kini dipasarkan di Bandung Food Centre yang berlokasi di Qatar, berkat fasilitasi dari ownernya, Sinta Tursini Turna.
“Semua ini terwujud berkat kerja sama sinergis antara Bandung Food Centre, DP3AKB Provinsi Jawa Barat, dan PEKKA Bersinar yang dikomandoi oleh produk Kalapa Indung,” tambah Tini.
Keberhasilan Warung Cetaaarrr tidak lepas dari kolaborasi multi-pihak yang digerakkan oleh Sekolah Perempuan Jawa Barat. Melalui jaringan SPJB, Warung Cetaaarrr aktif berkolaborasi dengan akademisi, pengusaha, hingga media massa untuk memperluas promosi.
Sistem pemasaran dengan Bandung Food Centre di Qatar sendiri dilakukan melalui skema pembelian langsung maupun konsinyasi. Selain itu, strategi pemasaran Warung Cetaaarrr juga dikombinasikan lewat skema titip jual di toko oleh-oleh lokal, pemanfaatan platform digital, serta keikutsertaan dalam bazar dinas.
Melalui bekal digital marketing, para anggota diharapkan terus melahirkan inovasi produk yang diminati pasar luas. Tini menargetkan lebih banyak lagi produk lokal yang mampu diserap di Qatar dan negara-negara lainnya. Menurutnya, dukungan luar biasa dari DP3AKB Jawa Barat menjadi angin segar sekaligus harapan besar bagi kaum perempuan untuk melejitkan potensi bisnis mereka.
“Pada akhirnya, kami berharap ikhtiar ini bisa menjadi jembatan bagi para pengusaha perempuan untuk meningkatkan penghasilan dan taraf hidup keluarga mereka. Semoga langkah kecil ini memberi dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, nasional, dan siap bersaing di pasar global,” pungkas Tini optimistis.












